Jakarta - Siapa yang nyangka kalau teknologi yang canggih itu juga bisa jadi musuh dalam selimut? Inilah dunia di tahun 2025, di mana risiko siber sudah seperti bayangan yang setia mengikuti setiap langkah bisnis.
Pada acara Indonesia Enterprise Risk Management Award VII 2025 yang berlangsung pada Kamis (16/1) di Hotel Ambhara Jakarta Selatan, Gunawan Witjaksono, Rektor Cyber University, membahas tren dan tantangan keamanan siber masa depan yang semakin kompleks.
Baca juga: Rektor Cyber University Bicara Solusi Jitu Lawan Ancaman Siber
Dalam acara ini, bertindak sebagai Keynote Speech, Gunawan menuturkan bahwa pindah ke cloud memang keren, tapi juga penuh risiko. Data yang tersimpan di awan (cloud) bisa saja terjadi hujan (bocor) ke tangan yang salah. “Tantangan utamanya? Perusahaan harus punya strategi super ketat untuk menjaga agar data tetap di bawah kendali,” katanya, Kamis (16/1).
Kalau AI (Artificial Intelligence) bisa mendeteksi ancaman lebih cepat, hacker juga bisa pakai AI buat nge-hack lebih canggih. “Ibarat pedang bermata dua, teknologi ini jadi ladang pertempuran baru antara kebaikan dan kejahatan di dunia maya,” jelasnya.
Pernah mikir kalau kulkas atau jam tangan pintar bisa jadi jalan masuk buat hacker? Di era Internet of Things (IoT), setiap perangkat terhubung adalah potensi celah baru yang harus ditambal.
Menurutnya, dari GDPR di Eropa sampai regulasi lokal, dunia bisnis harus mulai belajar mematuhi aturan main yang makin ketat soal privasi data. Pelanggaran bukan cuma bikin rugi, tapi bisa kena denda yang bikin kantong bolong.
Baca juga: Rektor Cyber University Jadi Juri di IERMA VII 2025
Gunawan menekankan bahwa memahami tren ini bukan lagi pilihan, tapi keharusan. "Kalau kita nggak siap, yang ada bisnis kita kayak kapal tanpa nahkoda, nunggu tenggelam karena diterjang badai risiko," katanya penuh semangat.
Dalam dunia yang makin terhubung, keamanan bukan sekadar soal teknologi, tapi juga soal kesiapan strategi, kerja sama, dan kesadaran. Dengan tren yang terus berkembang dan ancaman yang makin licin, hanya mereka yang benar-benar siap yang bakal bertahan dan menang.