Riset Dosen Cyber University: Pengembangan Diri dan Magang Tentukan 92% Kesiapan Kerja Mahasiswa

Riset Dosen Cyber University: Pengembangan Diri dan Magang Tentukan 92% Kesiapan Kerja Mahasiswa
  • 05 Aug
  • 2026

Riset Dosen Cyber University: Pengembangan Diri dan Magang Tentukan 92% Kesiapan Kerja Mahasiswa

JAKARTA — Dosen Kewirausahaan Universitas Siber Indonesia (Cyber University), Rini Martiwi, SS., MM., mengungkapkan bahwa kombinasi pengembangan diri dan pengalaman magang berpengaruh dominan hingga 92 persen terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Temuan tersebut disampaikan pada Senin (3/8) berdasarkan hasil riset terbarunya terhadap mahasiswa peserta program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 5 guna menjawab tantangan transisi lulusan perguruan tinggi ke dunia profesional.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan diri dan pengalaman magang terbukti berpengaruh positif serta signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa, baik secara bersamaan maupun individual. Kedua faktor ini bahkan mampu menjelaskan hingga 92 persen variasi kesiapan kerja lulusan.

Penelaahan tersebut mengkaji 50 mahasiswa peserta program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 5 melalui kuesioner terstruktur dan analisis data kuantitatif.

Secara teoritis, temuan ini memperkuat konsep kebutuhan aktualisasi diri dari Maslow serta teori self-efficacy. Hal ini menegaskan bahwa keyakinan diri dan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sangat krusial dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. 

Baca juga: Digital Computer Technologist: Profesi Strategis yang Dibutuhkan di Era Transformasi Digital

Dalam keterangannya, Rini Martiwi menjelaskan bahwa kesiapan kerja kini bukan lagi sekadar diukur dari nilai akademik semata, melainkan dari bagaimana mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmunya secara nyata dan mengasah kepercayaan diri di lapangan. Oleh karena itu, kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci utama untuk menjembatani gap kebutuhan kerja.  

"Pengembangan diri dan pengalaman magang bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor utama dalam membentuk kesiapan kerja mahasiswa. Dengan integrasi yang tepat antara dunia pendidikan dan industri, lulusan perguruan tinggi dapat menjadi individu yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap secara mental, profesional, dan sosial dalam menghadapi persaingan dunia kerja," ujar Rini Martiwi dalam keterangan rilis, Senin (3/8).

Atas dasar tersebut, perguruan tinggi didorong untuk mengintegrasikan pelatihan reflektif dan mentoring secara sistematis dalam kurikulum. Di sisi lain, penyedia magang diharapkan memberikan pengalaman kerja nyata, pendampingan berkelanjutan, serta paparan lingkungan kerja profesional bagi mahasiswa.

Melalui hasil riset ini, Cyber University terus berkomitmen untuk mendorong mahasiswanya aktif mengambil peran dalam program pengembangan diri dan kegiatan magang industri. Langkah strategis ini diharapkan dapat melahirkan lulusan unggulan yang adaptif, berdaya saing tinggi, serta siap langsung terjun ke dunia kerja profesional.

Berita Terkait

Kenapa Data Literacy Jadi Skill Paling Dicari di Dunia Kerja Era Digital?

Di era digital yang serba cepat ini, kita selalu dihadapkan pada melimpahnya data setiap harinya mulai dari tren media sosial, interaksi digital, hing...

Mengapa Rancang Sistem Keuangan yang Akurat Penting bagi Talenta Digital Masa Depan?

Transformasi digital telah mengubah cara perusahaan mengelola informasi keuangan. Di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi, perusahaan tidak hanya...