Revolusi Pelestarian Budaya Digital: Bhaswara, Inovasi AI Mahasiswa Cyber University Sabet Prestasi Nasional

Revolusi Pelestarian Budaya Digital: Bhaswara, Inovasi AI Mahasiswa Cyber University Sabet Prestasi Nasional
  • 18 Dec
  • 2025

Revolusi Pelestarian Budaya Digital: Bhaswara, Inovasi AI Mahasiswa Cyber University Sabet Prestasi Nasional

Jakarta – Mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Cyber University, kembali mengukir prestasi nasional dengan mengembangkan “Bhaswara”. Platform pembelajaran bahasa daerah interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI) dan gamifikasi ini berhasil menembus 50 besar nasional dalam Seleksi Tahap 2 Kompetisi Inovasi Digital Budaya GO! 2025 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, diumumkan pada Selasa, 25 November 2025. Bhaswara hadir sebagai solusi modern untuk menjawab tantangan menurunnya penggunaan bahasa daerah di era digital.

Inovasi ini lahir dari pemahaman terhadap kondisi nyata Indonesia yang memiliki 718 bahasa daerah teridentifikasi, dengan setidaknya 120 di antaranya sedang direvitalisasi oleh Badan Bahasa dan banyak yang rentan punah akibat minimnya penutur muda serta kurangnya media pembelajaran yang menarik. Melihat fenomena tersebut, Tim OOTD (Out Of The Debug) menghadirkan Bhaswara sebagai platform inklusif yang memadukan teknologi dengan pelestarian budaya, selaras dengan semangat Program Revitalisasi Bahasa Daerah Nasional (RBDN) dan visi Budaya GO! 2025.

Baca juga: Prestasi Gemilang! Tim OOTD Cyber University Ukir Sejarah di Kompetisi Inovasi Digital Budaya Nasional GO! 2025

Secara teknis, Bhaswara mengintegrasikan teknologi AI Speech-to-Speech Recognition. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melatih pelafalan bahasa daerah secara langsung dan mendapatkan umpan balik real-time, memanfaatkan kombinasi OpenAI Whisper, TensorFlow, dan model penerjemahan HuggingFace Transformers yang telah disesuaikan untuk bahasa-bahasa lokal. Untuk sisi perangkat lunak, aplikasi dibangun dengan React Native pada frontend dan Node.js bersama MongoDB pada backend, memastikan platform berjalan ringan, responsif, dan mudah dikembangkan.

Elemen gamifikasi seperti leaderboard, daily streak, XP points, dan sistem level pembelajaran dirancang untuk meningkatkan motivasi dan konsistensi belajar pengguna. Tidak hanya itu, Bhaswara juga memperkaya pengalaman belajar dengan konten budaya seperti cerita rakyat, peribahasa, tradisi lokal, dan audiovisual budaya, menanamkan pemahaman mendalam tentang nilai, simbol, dan narasi budaya yang melekat pada bahasa. Pendekatan ini menjadikan Bhaswara kombinasi ideal antara teknologi, edukasi, dan pemajuan budaya.

Pengembangan Bhaswara merupakan hasil kolaborasi tim mahasiswa STI angkatan 2024 yang memiliki spesialisasi berbeda namun saling melengkapi. Tim OOTD terdiri dari Adnan Syukur (Ketua), Aqila Cindy Ananti, Ableir Benny Purba, Dimas Abimoza, dan Widhy Fadhiil Aldino. Aqila dan Ableir berfokus pada tampilan antarmuka dan elemen artistik yang mengangkat warna budaya lokal, sementara Dimas dan Widhy mengembangkan struktur backend, database, dan integrasi AI.

Adnan Syukur, Ketua Tim OOTD, mengungkapkan harapannya terhadap Bhaswara. "Kami sangat bangga bisa berkontribusi dalam upaya pelestarian bahasa daerah melalui teknologi. Bhaswara kami rancang bukan hanya sebagai alat pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai jembatan untuk memahami dan mencintai kekayaan budaya Indonesia. Kami berharap platform ini dapat meningkatkan jumlah penutur aktif bahasa daerah, memperkuat kesadaran budaya, dan memicu kolaborasi positif antara berbagai pihak," ujarnya.

Baca juga: Buka Pintu Karir Digital 2026! Cyber University Gelar Seminar & Walk-in Interview Magang

Dari sisi implementasi dan dampak, Bhaswara menyasar tiga kelompok pengguna, yakni pelajar dan mahasiswa sebagai target primer, guru dan komunitas budaya sebagai target sekunder, serta masyarakat umum termasuk wisatawan dan diaspora sebagai target tersier. Model bisnis yang dirancang adalah freemium, memungkinkan pengguna mengakses materi dasar secara gratis dengan opsi fitur lanjutan melalui langganan.

Keberhasilan Bhaswara membawa Tim OOTD ke tahap Seleksi 2 membuktikan bahwa inovasi mahasiswa STI Cyber University mampu bersaing secara nasional dan relevan dengan agenda strategis pemajuan kebudayaan Indonesia. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan komitmen Cyber University yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia, dalam mengembangkan teknologi yang memberdayakan masyarakat dan melestarikan identitas bangsa. Dengan dukungan kampus, Tim OOTD kini melanjutkan proses penyempurnaan prototipe dan persiapan demo produk untuk tahapan kompetisi berikutnya.

Berita Terkait

BRI Institute Resmi Ganti Nama Jadi Cyber University

BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...

Realita Pahit Lulus SNBP: Gratis Masuk, Tapi UKT Tetap Mencekik, Ini Solusinya!

Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...