Jakarta - Pemberdayaan Desa Citorek menjadi fokus utama Cyber University, melalui serangkaian pelatihan digital dan pengembangan UMKM yang berlangsung pada 3–9 Desember 2025 di Desa Citorek Sabrang, Kabupaten Lebak. Program ini, bagian dari PM Berdampak Kemendiktisaintek, bertujuan meningkatkan kapasitas warga dan memperluas peluang ekonomi di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta potensi pariwisata yang semakin pesat di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan langkah nyata kampus untuk memastikan masyarakat Citorek mampu beradaptasi dan naik kelas di era digital.
Salah satu pilar utama program adalah penyuluhan digital marketing yang secara khusus menyasar para pengrajin anyaman di Citorek. Mahasiswa Cyber University mendampingi warga dalam memahami teknik memotret produk agar terlihat menarik, menciptakan konten promosi yang efektif, hingga mengelola media sosial sebagai etalase digital.
Baca juga: Siapkan Mahasiswa Unggul di Industri, Cyber University Jajaki Kerja Sama Strategis dengan JFX
Upaya tersbeut ditujukan untuk membuka akses UMKM desa ke pasar yang lebih luas, memberikan peluang besar bagi kerajinan tangan khas Citorek untuk meningkatkan pendapatan melalui penjualan daring. Pelatihan dirancang agar warga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan strategi pemasaran digital secara mandiri.
Selain aspek digital, para mahasiswa juga memberikan penyuluhan mengenai teknik pembuatan gendar menggunakan mesin sederhana. Produksi gendar yang selama ini kerap memakan waktu dan tenaga karena dilakukan secara manual, kini diharapkan dapat ditingkatkan kapasitasnya tanpa mengurangi kualitas berkat teknik baru yang lebih efisien. Pendekatan ini menunjukkan bahwa solusi sederhana dan tepat guna dapat membawa perubahan signifikan dalam produktivitas masyarakat.
Di saat bersamaan, Cyber University turut menyalurkan bantuan buku kepada Ponpes Al Ihsan, SDN Citorek Sabrang 1, dan SMAN 2 Cibeber sebagai upaya kolektif untuk memperkuat ekosistem literasi di desa. Program-program pemberdayaan ini dijalankan dengan penuh dedikasi oleh Ketua BEM Cyber University, Talitha Kanza, bersama mahasiswa lainnya yang bekerja langsung di lapangan. Mereka tidak hanya berperan sebagai pemberi materi, tetapi juga membangun hubungan personal, mendengarkan kebutuhan warga, dan memastikan setiap pelatihan benar-benar memberikan manfaat nyata.
Talitha Kanza menyampaikan bahwa inti dari pemberdayaan adalah kehadiran dan pendampingan. "Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Citorek tidak hanya menerima ilmu, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkannya secara mandiri, sehingga mereka bisa bersaing di era digital ini," ujar Talitha Kanza, menekankan komitmen untuk mendorong masyarakat agar mampu berkembang dengan kemampuannya sendiri.
Cyber University, sebagai The First Fintech University in Indonesia, meyakini bahwa kemajuan Desa Citorek tidak hanya bergantung pada potensi wisata alamnya, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Melalui kolaborasi hangat antara kampus dan desa, pemberdayaan UMKM dan digitalisasi Citorek kini bukan lagi sekadar impian, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.