Kegelisahan pada usia dua puluhan hampir selalu digambarkan sebagai hal yang melelahkan. Padahal, dari kegelisahan itu pula banyak usaha kecil lahir.
Fase yang biasa disebut quarter life crisis sering muncul karena seseorang merasa pekerjaannya kurang bermakna. Perasaan tersebut mendorong pencarian jalan lain.
Bagi sebagian orang, jalan itu berbentuk usaha yang dirintis sendiri di sela pekerjaan utama.
Kegelisahan umumnya muncul saat kondisi sekarang dirasa tidak sesuai harapan. Ketidaksesuaian itulah yang mendorong seseorang mencari alternatif.
Selain itu, usia dua puluhan biasanya masih memiliki tanggungan yang relatif ringan. Risiko mencoba sesuatu yang baru pun lebih mudah ditanggung dibanding pada tahap kehidupan berikutnya.
Karena itu, quarter life crisis kerap disebut sebagai masa paling murah untuk bereksperimen.
Meskipun demikian, membangun usaha tetap menuntut perhitungan, bukan sekadar melarikan diri dari pekerjaan yang membosankan.
Baca juga: First Experience Magang di Gedung Pencakar Langit Jakarta Ternyata Jadi Titik Balik Kesiapan Karier
Empat langkah berikut membantu mengarahkan energi tersebut menjadi sesuatu yang produktif.
Gagasan usaha jarang datang dari perenungan panjang, melainkan dari persoalan yang berulang. Menuliskan keluhan yang sering dialami sendiri maupun orang sekitar sudah cukup menjadi bahan awal. Banyak yang menjalani quarter life crisis sebenarnya sudah memegang gagasan, hanya belum pernah mencatatnya secara serius.
Pengujian bisa dimulai dengan menawarkan jasa kepada beberapa orang terdekat sebelum membangun apa pun. Tanggapan mereka memperlihatkan apakah persoalannya memang nyata. Cara ini menekan risiko sekaligus memberi pelajaran yang tidak didapat dari sekadar menyusun rencana di atas kertas.
Menghentikan sumber penghasilan terlalu cepat justru menambah tekanan yang memperparah kegelisahan. Menjalankan usaha di sela waktu memberi ruang belajar tanpa risiko besar. Keputusan berpindah sepenuhnya sebaiknya diambil setelah ada tanda permintaan yang berulang, bukan setelah satu penjualan pertama.
Menentukan ukuran, misalnya jumlah pembeli berulang dalam tiga bulan, membuat keputusan lanjut atau berhenti lebih jelas. Tanpa ukuran, usaha mudah dijalankan terlalu lama meski hasilnya tidak berkembang. Kejelasan ini juga membantu meredakan quarter life crisis karena arah menjadi lebih terbaca.
Membangun usaha bukan obat untuk semua bentuk kegelisahan. Tekanan yang muncul dari usaha rintisan bisa jauh lebih besar dibanding pekerjaan kantor.
Selain itu, membandingkan usaha yang baru dimulai dengan usaha yang sudah berjalan bertahun-tahun jelas tidak setara.
Bila tekanan yang dirasakan berlangsung lama dan mulai mengganggu keseharian, berbicara dengan orang terdekat maupun tenaga profesional tetap menjadi langkah yang wajar.
Membangun usaha menuntut kesiapan menghadapi penolakan berulang. Tidak semua orang yang ditawari akan tertarik, dan itu bagian yang wajar dari prosesnya.
Karena itu, ukuran keberhasilan pada tahap awal sebaiknya berupa jumlah percobaan, bukan jumlah penjualan. Ukuran semacam ini menjaga semangat tetap terjaga.
Bagi yang sedang berada pada fase quarter life crisis, cara pandang tersebut membantu memisahkan penolakan atas produk dari penilaian atas diri sendiri.
Menetapkan batas waktu percobaan juga penting. Bila setelah beberapa bulan tidak ada tanda permintaan, gagasan boleh dihentikan tanpa perlu merasa gagal.
Menghentikan satu gagasan justru sering menjadi jalan menemukan gagasan berikutnya yang lebih sesuai.
Catat persoalan sehari-hari, uji gagasannya dalam skala kecil, jaga penghasilan utama, lalu tetapkan ukuran keberhasilan. Rangkaian itu membuat quarter life crisis berubah dari kegelisahan menjadi bahan bakar yang terarah. Yang membedakan hasilnya biasanya bukan besarnya modal, melainkan kesediaan menguji gagasan lebih awal.
Cyber University (CU) dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan yang dipertimbangkan bagi yang ingin menekuni dunia usaha secara terarah. Kampus ini merupakan universitas financial technology pertama di Indonesia.
Konsep Company Learning Program (CLP) berupa tiga tahun kuliah dan satu tahun magang memberi kesempatan mengenal cara kerja industri sebelum benar-benar terjun sendiri.
Program studinya mencakup Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, serta Kewirausahaan. Bagi anda yang sedang mencari arah, jalur ini layak masuk daftar pertimbangan.
Singkatnya, quarter life crisis dapat dibaca sebagai tanda bahwa seseorang sedang mencari arah yang lebih sesuai. Menguji gagasan usaha dalam skala kecil menjadi cara yang aman untuk menjawabnya. Dengan begitu, quarter life crisis berubah dari beban menjadi dorongan yang terarah, dan quarter life crisis tidak lagi sekadar fase yang dilewati dengan cemas.
Kecerdasan buatan (AI) semakin memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu profesi yang muncul sebagai hasil dari perkembangan tek...
Bagi mahasiswa atau lulusan baru yang akan memasuki dunia kerja, memahami struktur organisasi dan jenjang jabatan di sebuah perusahaan adalah pemahama...