QRIS Adalah Senjata Baru UMKM Digital, Ini Alasan Wajib Dipakai Kalau Mau Bisnismu Naik Kelas

QRIS Adalah Senjata Baru UMKM Digital, Ini Alasan Wajib Dipakai Kalau Mau Bisnismu Naik Kelas
  • 01 Sep
  • 2026

QRIS Adalah Senjata Baru UMKM Digital, Ini Alasan Wajib Dipakai Kalau Mau Bisnismu Naik Kelas

Menerima pembayaran non tunai dulu terasa jauh dari jangkauan usaha kecil. Mesin gesek menuntut biaya sewa dan syarat administrasi yang tidak ringan.

Kondisi tersebut berubah cukup besar sejak kode pembayaran nasional diperkenalkan. QRIS adalah cara paling murah bagi pedagang berskala kecil untuk mulai menerima pembayaran digital.

Bagi yang sedang merintis usaha, memahami manfaatnya membantu menentukan langkah berikutnya.

QRIS Adalah Pintu Masuk Paling Murah ke Pembayaran Digital

Pendaftarannya dapat dilakukan lewat penyedia jasa pembayaran dengan syarat yang relatif sederhana. Setelah disetujui, pedagang cukup memajang kode yang diterima tanpa perlu perangkat tambahan.

Karena satu kode dapat menerima pembayaran dari banyak aplikasi, pedagang tidak perlu memilih aplikasi mana yang paling banyak dipakai pelanggannya.

Sejak diperkenalkan Bank Indonesia pada 2019, jangkauannya terus meluas, termasuk layanan lintas negara yang kini menjangkau sejumlah negara mitra seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Bagi usaha di kawasan wisata, QRIS adalah cara menerima pembayaran wisatawan asing tanpa perlu menyediakan penukaran uang.

Baca juga: Strategi Gamification di Balik Koin TikTok Ini Ternyata Jadi Contoh Nyata Monetisasi Aplikasi Digital

Alasan Pelaku Usaha Sebaiknya Mulai Memakainya

Empat alasan berikut paling sering disebut pedagang yang sudah menerapkannya.

1. Menurunkan Hambatan Menerima Pembayaran

Pembeli yang tidak membawa uang tunai tetap bisa bertransaksi tanpa perlu mencari mesin penarikan. Hambatan yang hilang ini berpengaruh langsung pada jumlah transaksi yang berhasil terjadi. Bagi pedagang kecil, QRIS adalah cara memperluas cara bayar tanpa menambah biaya perangkat sama sekali.

2. Mengurangi Risiko Pengelolaan Uang Tunai

Transaksi digital menghilangkan risiko uang palsu sekaligus mengurangi kerepotan menyiapkan uang kembalian. Catatan transaksinya pun tersimpan otomatis. Pedagang jadi tidak perlu menghitung ulang laci kas sesering sebelumnya, sehingga waktu yang tersisa bisa dipakai melayani pembeli.

3. Menyediakan Data Penjualan yang Bisa Dibaca

Setiap pembayaran tercatat lengkap dengan waktunya. Data tersebut memperlihatkan jam ramai dan hari paling sepi tanpa perlu pencatatan manual. Bagi usaha yang ingin naik kelas, data semacam ini menjadi dasar menentukan jam buka maupun jumlah stok yang perlu disiapkan.

4. Mempermudah Pengajuan Modal Usaha

Riwayat transaksi digital dapat memperlihatkan perputaran usaha secara lebih meyakinkan dibanding catatan tulis tangan. Sejumlah lembaga keuangan memakainya sebagai bahan pertimbangan. Karena itu, QRIS adalah langkah awal yang berguna bagi pedagang yang berencana mengajukan pembiayaan di kemudian hari.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerapkannya

Biaya layanan pedagang tetap berlaku sesuai ketentuan regulator dan besarannya berbeda menurut jenis usaha. Biaya tersebut sebaiknya masuk perhitungan harga jual sejak awal.

Selain itu, jeda waktu penyelesaian dana perlu dipahami. Uang tidak selalu masuk seketika, sehingga kebutuhan kas harian tetap perlu disiapkan.

Padahal, banyak pedagang baru menyadari hal ini setelah kesulitan membayar pemasok pada hari yang sama.

Mengubah Data Transaksi Menjadi Keputusan Usaha

Langkah paling sederhana adalah memeriksa rekap penjualan mingguan secara rutin. Pola yang muncul biasanya cukup jelas hanya dari beberapa pekan pengamatan.

Setelah pola terbaca, keputusan seperti menambah jam buka maupun menyiapkan menu tertentu bisa diambil dengan dasar yang lebih kuat.

Dengan cara itu, QRIS adalah alat bantu pengambilan keputusan, bukan sekadar pengganti uang tunai di meja kasir.

Langkah Awal Mendaftarkan Kode Pembayaran Usaha

Langkah pertama berupa menyiapkan data usaha, mulai dari nama gerai, alamat, sampai rekening penampung. Nama yang dipakai sebaiknya sama dengan nama yang dikenal pembeli.

Langkah kedua adalah memilih penyedia jasa pembayaran yang resmi terdaftar. Perbandingan layanan sebaiknya dilihat dari kecepatan penyelesaian dana dan dukungan bila terjadi kendala.

Langkah ketiga menyangkut penempatan kode di gerai. Karena QRIS adalah kode yang dipindai langsung pembeli, posisinya perlu mudah dijangkau dan tidak tertutup barang dagangan.

Setelah berjalan, pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk memastikan kode masih terbaca dan dana masuk ke rekening yang benar.

Menyiapkan Bekal Membangun Usaha Digital

Cyber University (CU) dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan yang dipertimbangkan bagi yang ingin menekuni usaha berbasis teknologi. Kampus ini merupakan universitas financial technology pertama di Indonesia.

Konsep Company Learning Program (CLP) berupa tiga tahun kuliah dan satu tahun magang memberi kesempatan mengamati langsung cara kerja industri pembayaran digital.

Program studinya mencakup Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, serta Kewirausahaan. Bagi anda yang sedang merintis usaha, jalur ini layak masuk daftar pertimbangan.

Singkatnya, QRIS adalah cara paling murah memulai pembayaran digital bagi usaha kecil. Bagi pedagang, QRIS adalah alat pencatatan sekaligus pembuka jalan menuju layanan keuangan lain. Karena itu, memahami QRIS adalah bekal yang layak dimiliki sejak usaha baru berjalan.

Berita Terkait

Mengenal AI Trainer, Profesi yang Menjanjikan di Masa Mendatang

Kecerdasan buatan (AI) semakin memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu profesi yang muncul sebagai hasil dari perkembangan tek...

Mengenal Struktur Jabatan di Perusahaan: Dari Staff hingga C-Level

Bagi mahasiswa atau lulusan baru yang akan memasuki dunia kerja, memahami struktur organisasi dan jenjang jabatan di sebuah perusahaan adalah pemahama...