Jakarta - Pustakawan Cyber University (Universitas Siber Indonesia) mengikuti Lokakarya Intensif Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi Pustakawan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Provinsi DKI Jakarta pada 27–28 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 DISPUSIP Provinsi DKI Jakarta ini mengangkat tema "Pustakawan Cerdas di Era Kecerdasan Buatan".
Lokakarya diikuti pustakawan, pengelola perpustakaan, dan pegiat literasi dari berbagai institusi di Indonesia. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nasruddin Djoko Surjono, S.IP., S.T., M.E., MBA, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pustakawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Baca juga: Mengenal Data-Driven Organization: Kenapa Bisnis Zaman Now Gak Bisa Cuma Modal Feeling?
Menurut Nasruddin, kecerdasan buatan bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi bagian dari transformasi layanan perpustakaan. Ia menilai pemanfaatan AI dapat mendorong terciptanya layanan yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari akademisi dan praktisi, di antaranya Dr. Taufik Asmiyanto, Nafi Al Kautsar Putrawan selaku AI Researcher OpenTrain.ai, Yusuf Witdiarta sebagai Chief Technology Officer Biroyu Inc., serta Zaidan Abdurrahman Qois. Materi yang dibahas mencakup pemanfaatan AI generatif untuk meningkatkan produktivitas pustakawan, teknik menyusun prompt yang efektif, otomatisasi pekerjaan administrasi, pengembangan layanan informasi berbasis AI, hingga etika penggunaan kecerdasan buatan.
Keikutsertaan pustakawan Cyber University (Universitas Siber Indonesia) menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat visi kampus sebagai perguruan tinggi digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, pustakawan diharapkan mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas layanan informasi, mempercepat pengelolaan koleksi, serta mendukung literasi informasi bagi sivitas akademika.
Pustakawan Perpustakaan Cyber Univerity, Gustianty Khairunnisa menegaskan bahwa perkembangan AI seharusnya dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Menurutnya, teknologi tersebut tidak menggantikan peran pustakawan, melainkan menjadi pendukung dalam menjalankan tugas secara lebih efektif.
"AI dapat menjadi mitra strategis pustakawan dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan dan memperluas akses informasi. Namun demikian, peran pustakawan sebagai kurator informasi, pendamping literasi, serta penjaga integritas akademik tetap tidak tergantikan," kata Gusti, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/7).
Baca juga: Mahasiswi Prodi Bisnis Digital Cyber University Juara Nasional Lomba Menulis
Selain itu, lanjut Gusti, Cyber University sebagai kampus pencetak pemimpin digital masa depan atau "Shaping Digital Future Leader" juga menilai pemanfaatan AI dapat mempercepat terwujudnya konsep smart library yang menghadirkan layanan lebih personal, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
"Ke depan, pengembangan layanan berbasis AI akan tetap mengedepankan etika, validasi informasi, dan integritas akademik agar perpustakaan terus menjadi pusat pengetahuan yang relevan di era kecerdasan buatan," tutupnya.
BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...
Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...