Jakarta – Universitas Siber Indonesia atau yang dikenal Cyber University sebagai kampus Financial Technology Pertama di Indonesia terus memperluas jejaring internasional melalui kerja sama strategis di bidang akademik dan riset. Kepala Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI), Neneng Rachmalia Feta menghadiri pertemuan daring dengan Microwave Research Institute (MRI), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, pada Selasa (23/9).
Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi akademik. Beberapa agenda yang dibahas antara lain pengembangan penelitian bersama, penyelenggaraan kuliah tamu oleh pakar MRI, serta peluang menghadirkan adjunct professor maupun visiting professor di lingkungan Cyber University. Kolaborasi ini diyakini mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dalam riset global.
Baca Juga: Raih Mimpi di Cyber University: PKKMB SINERGI MAGNA 2025
MRI UiTM merupakan pusat riset unggulan di Malaysia yang berfokus pada teknologi gelombang mikro, antena, sensor berbasis semikonduktor, hingga aplikasi robotika di bidang kesehatan dan industri. Dengan reputasi tersebut, Cyber University melihat potensi besar untuk mengintegrasikan penelitian multidisiplin, khususnya terkait kecerdasan buatan, keamanan digital, serta teknologi inovatif untuk masyarakat.
Baca Juga: Alumni Cyber University Dirikan Startup Gypsy Research, Fokus pada Inovasi AI untuk Riset Akademik
Kehadiran Kaprodi STI dalam pertemuan ini menegaskan peran strategis Program Studi dalam memperkuat kerja sama internasional. Langkah ini sejalan dengan visi kampus untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berorientasi global, menyiapkan lulusan yang adaptif, berdaya saing internasional, serta siap menghadapi tantangan era transformasi digital.Anita Nur Faigah