JAKARTA - Program Studi S1 Bisnis Digital Cyber University menggelar Cyber Connect 2026 pada Kamis (24/9) sebagai forum diskusi bersama praktisi industri dan alumni untuk mengevaluasi serta memperkuat kurikulum agar tetap selaras dengan kebutuhan dunia kerja di era Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini membahas kompetensi yang dibutuhkan industri, perkembangan teknologi, serta kesiapan lulusan menghadapi perubahan dunia kerja.
Forum tersebut menjadi bagian dari evaluasi strategis Program Studi Bisnis Digital dalam merespons perubahan lanskap bisnis dan teknologi. Dalam kegiatan ini, program studi memaparkan profil lulusan dan visi pengembangan pembelajaran, kemudian membuka diskusi bersama praktisi industri dan alumni untuk menggali kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.
Dalam forum tersebut, Program Studi Bisnis Digital memaparkan empat profil lulusan yang menjadi fokus pengembangan, yaitu Business Analyst, Business & Finance Consultant, Digital Entrepreneur, dan Data Analyst. Keempat profil tersebut menjadi acuan dalam penyusunan mata kuliah dan pengalaman belajar yang memadukan dasar keilmuan bisnis dengan kemampuan teknologi dan analisis data sesuai kebutuhan industri.
Pengembangan kurikulum tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari praktisi yang memahami kebutuhan dunia kerja secara langsung. Ketua Program Studi Bisnis Digital Cyber University, Vivi Afifah, mengatakan masukan dari profesional dan alumni menjadi bahan penting untuk memastikan kompetensi yang dibangun dalam pembelajaran tetap sesuai dengan tuntutan industri.
“Kami berupaya mendengar secara langsung dari para profesional di lapangan dan alumni kami, apakah fondasi kompetensi yang kami bangun sudah selaras dengan tuntutan aktual dunia kerja. Masukan ini sangat berharga untuk memandu penentuan area yang perlu diperkuat dalam proses pembelajaran,” ujar Vivi.
Penguatan kompetensi tersebut juga tercermin dalam konsep “satu gelar, dua kompetensi” yang dikembangkan Program Studi Bisnis Digital. Konsep ini memadukan pemahaman bisnis dengan kemampuan teknologi dan analisis data, sehingga mahasiswa dipersiapkan untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan kebutuhan industri digital.
Baca juga: Mahasiswa Cyber University Raih Apresiasi Sinar Mas Land melalui Program Youthpreneur Batch 2
Selain penguatan kompetensi di dalam pembelajaran, Program Studi Bisnis Digital juga menerapkan skema 3+1 yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di industri. Melalui skema ini, mahasiswa dapat mengenal standar kerja profesional sekaligus memperoleh umpan balik dari praktisi sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) turut menjadi perhatian dalam penguatan kompetensi lulusan Program Studi Bisnis Digital. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami konteks bisnis di balik data, memverifikasi hasil yang dihasilkan teknologi, menjaga keamanan data, serta mempertimbangkan aspek etika dalam pengambilan keputusan.
Perubahan kebutuhan kompetensi di era AI membuat pengembangan kurikulum perlu terus menyesuaikan perkembangan teknologi dan dunia kerja. Vivi Afifah menegaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki perpaduan kemampuan bisnis, teknologi, dan berpikir kritis agar dapat memahami penerapan teknologi secara tepat.
“Era AI mengharuskan kompetensi lulusan menjadi semakin dinamis. Mahasiswa tidak hanya perlu memiliki kapabilitas bisnis dan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan pemahaman mendalam tentang aplikasi teknologi yang tepat. Oleh karena itu, dialog berkelanjutan dengan industri adalah kunci dalam pengembangan kurikulum kami,” tambah Vivi.
Masukan yang diperoleh melalui Cyber Connect 2026 akan menjadi bagian dari proses evaluasi Program Studi Bisnis Digital Cyber University. Evaluasi tersebut mencakup perubahan pola pekerjaan, perkembangan penggunaan teknologi, serta kompetensi baru yang dibutuhkan oleh lulusan. Melalui evaluasi berkelanjutan, program studi berupaya menjaga relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri sekaligus mempersiapkan lulusan menghadapi perubahan dunia kerja di tengah perkembangan teknologi dan AI.
BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...
Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...