Jakarta – Perjalanan akademik yang membekas dan penuh makna disampaikan oleh Fakhri Rasyid, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi di Universitas Siber Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Cyber University. Melalui pengalaman belajarnya, Fakhri menegaskan bahwa kuliah bukan sekadar proses mengumpulkan nilai, melainkan tentang membangun karakter, jejaring, dan kesiapan menghadapi industri digital.
Fakhri yang berasal dari SMK Budhi Warman 2 ini, mengaku telah memiliki dasar ilmu teknologi sejak sekolah. Namun, titik balik perjalanan akademiknya terjadi sejak menjadi bagian dari Cyber University sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia.
“Di Cyber University, saya merasa nggak cuma belajar teori, tapi benar-benar dibentuk jadi pribadi yang siap menghadapi dunia teknologi. Suasananya mendukung, komunitasnya hidup, dan dosen-dosennya bener-bener peduli,” ungkap Fakhri, saat diwawancarai di Jakarta, Senin (23/6) silam.
Baca juga: Mahasiswa Cyber University Tanamkan Nilai Antikorupsi Terhadap Generasi Muda
Ia menambahkan bahwa kurikulum di Prodi Sistem dan Teknologi Informasi disusun dengan pendekatan praktik langsung, sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Mulai dari proyek digital kolaboratif, pengalaman coding, hingga diskusi di kelas, semua itu memberinya ruang untuk berkembang dan bereksperimen.
Lebih dari itu, lingkungan sosial yang hangat dan suportif di kampus menjadi salah satu alasan Fakhri merasa semakin termotivasi. Menurutnya, teman-teman sekelas sangat kooperatif dan saling mendukung, terutama saat mengerjakan proyek atau menghadapi tekanan tugas. “Kami sering belajar bareng, saling semangatin. Hal kecil kayak gitu bikin saya merasa nggak sendirian. Itu penting banget buat mental dan motivasi,” tambahnya.
Baca juga: Cyber University Jalin Kolaborasi Strategis dengan PT DQS Certification Indonesia untuk Penguatan Kurikulum OBE dan Program Magang
Cyber University juga mendorong mahasiswa untuk membangun relasi sejak dini, baik dengan dosen, teman, maupun mitra industri. Ia mengaku, banyak ide segar lahir dari obrolan ringan yang kemudian berkembang menjadi visi karier masa depan.
Dengan semangat yang tumbuh dari ruang kuliah dan suasana sosial kampus yang kondusif, Fakhri menyebut bahwa Cyber University bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat bertumbuh dan menemukan jati diri sebagai calon inovator muda Indonesia.
“Buat saya, ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang di dunia teknologi. Saya siap menjalaninya dengan semangat, keyakinan, dan visi yang jelas,” tutupnya.
Melalui pendekatan pembelajaran berbasis industri dan ekosistem akademik yang mendukung, Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia terus berkomitmen melahirkan talenta digital yang siap bersaing di era transformasi teknologi. (Sena)