Pada tahun 2026, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) telah memasuki masa Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada 21 hingga 30 April 2026. Salah satu PTN yang terus menjadi impian peserta adalah Universitas Indonesia (UI). Pada tahun 2025, UI menempati posisi pertama sebagai PTN dengan jumlah pendaftar terbanyak di jalur SNBT, mencapai 111.206 peserta. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya persaingan yang terjadi setiap tahunnya.
Kondisi ini membuat informasi mengenai passing grade UI dan daya tampung 2026 menjadi penting untuk dipahami. Dengan mengetahui gambaran tersebut, peluang lolos dapat diketahui secara lebih realistis. Namun, penting juga memahami bahwa dengan mengetahui data tersebut bukan jaminan mutlak untuk lolos. Berikut penjelasan lengkapnya.
Pembahasan mengenai passing grade UI tidak bisa dilepaskan dari capaian skor UTBK tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, skor rata-rata tertinggi mencapai 814,29 yang diraih mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI. Skor ini menunjukkan bahwa persaingan di UI berada pada level yang sangat tinggi.
Dengan melihat capaian tersebut, diperkirakan passing grade UI pada tahun ini tetap berada di rentang kisaran skor tinggi, terutama untuk program studi favorit. Meski begitu, perlu dipahami bahwa passing grade sebenarnya tidak pernah diumumkan secara resmi. Istilah ini lebih merupakan hasil analisis dan asumsi berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya.
Secara umum, untuk dapat bersaing melalui jalur SNBT, skor UTBK biasanya harus berada di rentang 600 hingga 700. Namun, untuk program studi favorit, skor yang dibutuhkan biasanya meningkat menjadi 750 hingga 800. Hal ini sejalan dengan dinamika passing grade UI yang sangat dipengaruhi oleh jumlah peminat dan distribusi nilai peserta.
Menariknya, memperoleh skor tinggi pun tidak menjamin lolos pada program studi impian. Inilah alasan mengapa dengan mengetahui data riil passing grade UI sekalipun tidak bisa dijadikan acuan pasti.
Selain memahami passing grade UI, faktor lain yang tidak kalah penting adalah daya tampung. Informasi daya tampung 2026 di UI akan lebih lengkap jika dilihat bersamaan dengan jumlah peminat di tiap program studi.
Berikut merupakan program studi favorit di UI berdasarkan daya tampung 2026 dan dengan asumsi perkiraan jumlah peminat mendekati tahun sebelumnya.
Tabel Program Studi dengan Persaingan Tinggi
|
Peringkat |
Program Studi |
Daya Tampung |
Peminat 2025 |
Rasio |
|
1 |
Hubungan Masyarakat |
30 |
4.950 |
1:165,00 |
|
2 |
Akuntansi |
30 |
3.364 |
1:112,13 |
|
3 |
Administrasi Rumah Sakit |
30 |
3.016 |
1:100,53 |
|
4 |
Periklanan Kreatif |
30 |
2.943 |
1:98,10 |
|
5 |
Penyiaran Multimedia |
30 |
2.908 |
1:96,93 |
|
6 |
Bisnis Kreatif |
47 |
4.167 |
1:88,66 |
|
7 |
Administrasi Perkantoran |
30 |
2.389 |
1:79,63 |
|
8 |
Produksi Media |
47 |
3.374 |
1:71,79 |
|
9 |
Kriminologi |
23 |
1.583 |
1:68,83 |
|
10 |
Fisioterapi |
47 |
2.905 |
1:61,81 |
Jika diperhatikan, program studi di atas memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Pada program studi Hubungan Masyarakat misalnya, rasio persaingan mencapai 1:165. Artinya, 1 tempat diperebutkan oleh 165 calon mahasiswa.
Selain itu, data daya tampung 2026 di atas menunjukkan program Diploma dan program soshum populer justru adalah program studi yang paling kompetitif. Tingginya persaingan tersebut mencerminkan ketertarikan calon mahasiswa terhadap pendidikan kejuruan yang lebih relevan dengan dunia kerja.
Memahami passing grade UI dan daya tampung 2026 dapat membantu menyusun strategi yang lebih terarah. Namun, membuka opsi lain juga merupakan langkah bijak agar peluang pendidikan tetap terbuka luas sesuai dengan perkembangan industri.
Terdapat opsi perguruan tinggi lain yang dapat dijadikan pertimbangan untuk mendapatkan pendidikan yang selaras dengan perkembangan karir. Salah satunya adalah Cyber University (CU) yang dikenal sebagai universitas berbasis financial technology (FinTech) pertama di Indonesia.
CU mengusung konsep Company Learning Program (CLP), yaitu skema 3 tahun kuliah dan 1 tahun magang. Model pembelajaran ini memberikan mampu pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri. Program studi yang ditawarkan juga berfokus pada bidang yang sedang berkembang, seperti Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Bisnis Digital, dan Kewirausahaan.
Keberadaan alternatif seperti Cyber University menjadi penting untuk dipertimbangkan. Pilihan pendidikan tidak harus hanya bergantung pada nama besar perguruan tinggi, tetapi juga kesesuaian dengan kebutuhan karir dan perkembangan industri di masa depan.
Kecerdasan buatan (AI) semakin memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu profesi yang muncul sebagai hasil dari perkembangan tek...
Bagi mahasiswa atau lulusan baru yang akan memasuki dunia kerja, memahami struktur organisasi dan jenjang jabatan di sebuah perusahaan adalah pemahama...