Jakarta - Cyber University (Universitas Siber Indonesia) sukses menyelenggarakan acara Open House Prodi Digital Entrepreneur (Kewirausahaan) secara daring melalui platform TikTok pada Senin (20/). Mengusung tema "Gen Z Entrepreneurs: Build Business, Make a Difference", kegiatan ini bertujuan menginspirasi generasi muda mengenai peran strategis kewirausahaan.
Acara yang disiarkan langsung melalui akun @cyberuniversity.id tersebut menghadirkan berbagai praktisi dan alumni inspiratif. Para pembicara membedah potensi besar Generasi Z dalam menciptakan peluang usaha di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Baca juga: Mengapa Posisi Product Safety Semakin Relevan untuk Karier Jangka Panjang di Perusahaan Global
Siti Nuryati, selaku narasumber, menekankan bahwa kemudahan akses digital saat ini harus dimanfaatkan untuk membangun bisnis sejak dini. Namun, ia mengingatkan bahwa orientasi bisnis masa kini telah bergeser tidak hanya sekadar mencari keuntungan.
"Entrepreneurship di era sekarang bukan hanya tentang profit, tetapi juga tentang purpose. Bisnis yang dibangun harus mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," ujar Siti dalam sesi diskusi tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Ketua Program Studi Digital Entrepreneur Cyber University, Zaenal Arief, menjelaskan pentingnya kurikulum yang relevan dengan industri. Ia menegaskan bahwa mahasiswa didorong untuk menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pengguna teknologi.
"Kami melatih mahasiswa untuk memahami pasar digital dan berani melakukan inovasi agar mampu bersaing secara global. Kolaborasi dan keberanian mencoba adalah kunci utama kesuksesan saat ini," kata Zaenal.
Perspektif dunia kerja juga turut dibagikan oleh Gita Saputri, alumni Universitas Siber Indonesia yang kini sukses berkarier di industri besar seperti Mustika Ratu dan The Harvest. Ia mengaku bahwa mindset kewirausahaan yang didapat saat kuliah sangat membantunya dalam menghadapi dinamika profesional.
"Kemampuan adaptasi dan kreativitas adalah kompetensi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja yang dinamis. Keterampilan digital yang dipelajari selama di kampus sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini," jelas Gita.
Baca juga: Ketika Pintar Saja Tidak Cukup: Pentingnya Resiliensi di Era Disrupsi
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan munculnya beragam pertanyaan interaktif mengenai tips memulai usaha di usia muda. Acara ini ditutup dengan pesan kuat bahwa membangun bisnis adalah peluang besar bagi Gen Z untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Harapannya, melalui literasi kewirausahaan digital ini, generasi muda dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang solutif. Dengan dukungan pendidikan yang tepat, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi positif yang luas bagi masyarakat.
BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...
Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...