Setiap mahasiswa baru yang memasuki dunia perkuliahan tentu akan melalui satu gerbang penting, yaitu PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) atau pada Cyber University yaitu dengan sebutan Magna (Masa Pengenalan Akademik) dan Sinergi (Seminar Energi Kreasi). Bagi sebagian orang, PKKMB hanyalah sekadar kegiatan formal dari kampus yang isinya materi-materi pengenalan. Namun bagi saya pribadi, PKKMB lebih dari itu. Ia adalah pintu masuk, titik awal, bahkan “penyambutan” yang membuat kami para mahasiswa baru merasa benar-benar diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus.
Di Cyber University, tema besar yang diusung sangat jelas: “PKKMB Sebagai Pintu Masuk Maba Jadi Bagian Keluarga Kampus.” Tema ini menurut saya sangat relevan karena kehidupan kampus bukan sekadar belajar di kelas, melainkan juga soal interaksi, kolaborasi, dan membangun rasa kebersamaan. Bagi mahasiswa baru yang awalnya masih canggung, tidak mengenal siapa-siapa, PKKMB menjadi ruang pertama untuk belajar beradaptasi, menemukan teman, sekaligus mengenal lebih dekat dengan budaya kampus.
Baca juga: Transisi Mahasiswa Baru Tanpa Sikap Senioritas di Cyber University
Kalau mendengar kata “PKKMB” atau dulu sering disebut “ospek”, banyak orang yang berpikir bahwa PKKMB tertuju pada hal hal negatif, seperti perpeloncoan, senioritas berlebihan, hukuman aneh-aneh, bahkan intimidasi. Tidak jarang, kegiatan ospek di masa lalu lebih dikenal karena tekanan fisik dan mental, bukan karena nilai positifnya.
Namun, di Cyber University saya merasakan sesuatu yang berbeda. Tidak ada lagi budaya perpeloncoan yang menakutkan. Tidak ada cerita tentang senior yang marah-marah, memerintahkan hal-hal tidak masuk akal, atau mempermalukan mahasiswa baru di depan umum. Yang ada justru suasana penuh tawa, kebersamaan, dan kegiatan yang benar-benar “have fun”.
Menurut saya, perubahan ini adalah bentuk kemajuan yang patut diapresiasi. Dunia perkuliahan seharusnya memang menjadi ruang untuk bertumbuh, bukan tempat untuk menakut-nakuti mahasiswa baru. Di Cyber University, PKKMB benar-benar diarahkan pada kegiatan yang membangun semangat positif: games seru, materi motivasi, pengenalan organisasi, hingga talkshow dengan alumni yang inspiratif. Semua ini membuat kami sebagai mahasiswa baru tidak hanya merasa diterima, tetapi juga lebih bersemangat menatap perjalanan panjang di dunia kuliah.
Saya jadi berpikir, kalau di masa lalu PKKMB identik dengan “trauma awal” bagi mahasiswa, maka di Cyber University PKKMB justru menjadi “memori awal” yang indah untuk dikenang.
Hal lain yang saya kagumi dari PKKMB di Cyber University adalah bagaimana kampus memberi ruang yang luas bagi mahasiswa baru untuk berkreasi. Tidak hanya duduk mendengar materi, tetapi kami diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat, ide, dan kreativitas.
Misalnya, dalam beberapa kegiatan kelompok, kami diminta membuat yel-yel, kekonsentrasian dalam bermain game, bahkan pertanyaan-pertanyaan yang menarik dari tokoh-tokoh yang berada diatas panggung. Dari situ saya melihat bahwa teman-teman maba punya potensi luar biasa, ada yang pintar membuat desain, ada yang jago bicara di depan umum (public speaking), ada juga yang berbakat dalam seni musik, bela diri, coding dan lainnya yang ditunjukan oleh Ormawa (Organisasi Mahasiswa) yang ada pada kampus Cyber Univercity. Semua itu bisa keluar karena ruang kreativitas yang disediakan oleh panitia Magna & Sinergi.
Menurut saya, inilah perbedaan mendasar dengan ospek model lama yang sering menekan mahasiswa baru. Di Cyber University, justru kreativitas mahasiswa baru diberi panggung. Kegiatan-kegiatan itu tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih soft skill yang sangat dibutuhkan di masa depan, seperti kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, dan problem solving.
Dari sini saya semakin sadar bahwa dunia kampus tidak hanya soal nilai akademik, tetapi juga soal bagaimana kita mengasah kreativitas dan potensi diri. PKKMB menjadi start yang tepat untuk itu semua.
Senioritas adalah fenomena yang sering menghantui mahasiswa baru. Banyak cerita dari kampus lain tentang bagaimana senior merasa lebih berkuasa, sehingga mahasiswa baru hanya dianggap “anak bawang” yang harus tunduk. Hal ini tentu tidak sehat karena menciptakan jarak dan rasa takut antara mahasiswa baru dan senior.
Namun, di Cyber University saya melihat hal yang berbeda. Senioritas seakan meredup, digantikan oleh sikap ramah dan saling mendukung. Panitia Magna & Sinergi yang mayoritas adalah kakak tingkat benar-benar menunjukkan bahwa mereka hadir bukan untuk menindas, melainkan untuk membimbing.
Saya pribadi merasa kagum dengan cara senior berinteraksi. Mereka memperlakukan kami sebagai adik, bukan bawahan. Saat ada yang kesulitan, mereka menolong. Saat ada yang kurang percaya diri, mereka memberi semangat. Hubungan yang tercipta adalah hubungan kekeluargaan, bukan hubungan kekuasaan.
Baca juga: Raih Mimpi di Cyber University: PKKMB SINERGI MAGNA 2025
Bagi saya, inilah arti sebenarnya dari tema PKKMB tahun ini: menjadi bagian dari keluarga kampus. Keluarga artinya tidak ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah. Semua saling mendukung, saling melengkapi, dan tumbuh bersama.
Sebagai penutup, saya, Muhammad Rizki Setiawan, merasa bahwa Magna dan Sinergi di Cyber University benar-benar menjadi pengalaman pertama yang berkesan. Saya yakin, dari sinilah perjalanan saya sebagai mahasiswa akan dimulai, bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk tumbuh, berkreasi, dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus dengan penuh semangat.
Sekian Terima Kasih.
Penulis: Muhammad Rizki Setiawan, Prodi Bisnis Digital