Melalui Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Bersama Dosen Cyber University, KWT RCR Sejahtera Bisa Manfaatkan Medsos untuk Pertanian

research
  • 20 Oct
  • 2025

Melalui Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Bersama Dosen Cyber University, KWT RCR Sejahtera Bisa Manfaatkan Medsos untuk Pertanian

 

Bogor – Dalam rangka meningkatkan literasi digital dan pemasaran hasil pertanian, dosen dan mahasiswa Cyber University telah sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) pada Royal Citayam Residence (RCR) Sejahtera melalui Pembuatan Konten Kreatif untuk Pertanian”. Kegiatan yang dilaksankan pada hari Sabtu, (11/10), di Perumahan Royal Citayam Residence, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, itu diikuti oleh para anggota KWT dengan penuh antusias.

Pelatihan tersebut diketuai oleh Priyono, dengan beranggotakan Elin Panca Saputra, Neneng Rachmalia Feta, Agus Trihandoyo, dan Fitria. Para pesert yang terdiri anggota KWT, sangat antusias dalam belajar memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana promosi hasil pertanian. Menurut Priyono, penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube kini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha pertanian untuk memperluas pasar dan membangun citra produk yang menarik.

Baca juga: BEM Cyber University Raih Hibah Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) dari Kemendikbudristek Wujud Ide Cemerlang dari Student Corner

“Kami ingin membantu petani, khususnya untuk ibu-ibu di KWT RCR Sejahtera, agar bisa memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi produk lokal,” ujar Priyono.

Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara membuat konten kreatif seperti video pendek tentang proses menanam, panen, dan pengemasan produk. Selain itu, mereka juga belajar teknik fotografi sederhana dengan ponsel, penulisan caption menarik, serta strategi pengelolaan akun media sosial agar tetap konsisten dan menarik perhatian warganet.

Di samping itu, salah satu peserta dari ibu-ibu kelompok tani itu, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, selama ini mereka hanya tahu untuk menjual hasil kebun di sekitar desa saja. Setelah tahu cara buat video dan upload ke Instagram ataupun tiktok, ia bersama ibu-ibu kelompok tani lainnya meresa tertarik dan semangat untuk terus belajar membuat konten di medsos dengan tujuan meningkatkan jangkauan pasar mereka.

Baca juga: Program BEM Berdampak Hadir di Lebak

Kegiatan ini pun, diakhiri dengan sesi praktik langsung di kebun KWT, di mana para peserta membuat dan mengunggah konten hasil karya mereka. Priyono berharap, dengan kegiatan ini, masyarakat tani dapat semakin berdaya secara digital, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, sekaligus memperkuat citra positif pertanian lokal di dunia maya.

"Kami ingin kegiatan ini menjadi awal dari perubahan mindset petani di era digital, dari konsumen media sosial menjadi kreator yang produktif dan inspiratif," pungkasnya.