Lebak - Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cyber University menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat dengan secara langsung terlibat dalam pembangunan dan finalisasi sejumlah fasilitas wisata di kawasan Gunung Malang, Desa Citorek Sabrang, Lebak, Banten. Selama sepekan penuh, dari 3 hingga 9 Desember 2025, para mahasiswa bergotong royong bersama warga lokal, menghadirkan ikon baru bagi pariwisata daerah tersebut.
Dari pagi yang berkabut hingga senja di perbukitan Citorek, para mahasiswa BEM Cyber University tidak hanya hadir untuk belajar, melainkan benar-benar turun tangan membangun fasilitas wisata yang menjadi kebanggaan bersama. Mereka memaksimalkan setiap hari dengan menyelesaikan finalisasi Gapura Selamat Datang yang kini berdiri kokoh sebagai ikon baru kawasan wisata Gunung Maang. Warna-warna segar yang menghiasi gapura itu mencerminkan harapan baru bagi desa, seolah menyambut setiap pengunjung dengan kebanggaan khas Citorek.
Baca juga: Revolusi Digital dan UMKM: Cyber University Berdayakan Desa Citorek Menuju Kemandirian Ekonomi
"Warna-warnanya begitu hidup, seolah menyambut setiap pengunjung dengan sukacita," ujar H. Suarta Atmawijaya, salah satu tokoh masyarakat yang turut mendampingi, mengapresiasi keindahan gapura tersebut.
Tak jauh dari gapura, persiapan pembangunan menara pandang juga mulai digarap. Tanah diratakan, kayu ditata, dan rancangannya mulai terlihat jelas. Meskipun masih dalam tahap awal, bayangan menara yang kelak menyajikan panorama indah Gunung Malang sudah mulai terbentuk di benak warga dan mahasiswa, menjanjikan pengalaman baru bagi para wisatawan.
Di sela-sela pekerjaan fisik yang kerap menantang di medan desa dan cuaca yang tidak menentu, interaksi hangat antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bumbu tersendiri dalam pengabdian kali ini. Ketua BEM Cyber University, Talitha Kanza, memimpin timnya dengan ketelitian dan semangat gotong royong. Warga seperti H. Suarta Atmawijaya, Carik Sarnuki, hingga tokoh masyarakat H. Edi, tak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga ikut terlibat langsung, membantu, dan memberi arahan.
"Kehadiran adik-adik mahasiswa ini membawa semangat baru. Mereka tidak hanya bekerja keras, tetapi juga berinteraksi dengan sangat baik, membuat kami merasa seperti keluarga," kata Carik Sarnuki, mengungkapkan rasa terima kasih warga atas kebersamaan tersebut.
Fasilitas wisata yang sedang dibangun ini tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga simbol kolaborasi erat antara dunia kampus dan masyarakat desa. Gapura yang megah dan menara pandang yang segera berdiri menjadi bukti bahwa mahasiswa Cyber University hadir untuk memberi dampak nyata. Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia, membuktikan bahwa inovasi tidak hanya sebatas teknologi, tetapi juga dalam bentuk kontribusi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi mahasiswa Cyber University, pengalaman ini bukan sekadar pengabdian. "Ini adalah perjalanan yang memperkaya diri, memperluas empati, dan mempertemukan kami dengan makna pembangunan yang sesungguhnya," tutur Talitha Kanza, Ketua BEM Cyber University, mengenai nilai-nilai yang mereka dapatkan. Ketika semua selesai, Gunung Maang dan Gunung Malang tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga cerita kerja sama, usaha, dan harapan yang tumbuh dari kolaborasi ini.