Jakarta - Dalam rangka International Student Exchange dan Fintech Immersion Program, rombongan mahasiswa dari Cyber University Indonesia dan Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia melakukan kunjungan industri ke dua perusahaan fintech terkemuka di Jakarta, Easycash dan Danacita, pada Senin (23/06) lalu.
Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana inovasi teknologi diterapkan dalam sektor fintech di Indonesia. Easycash dan Danacita, sebagai anggota resmi Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan mitra Cyber University, dipilih sebagai lokasi kunjungan. Kerja sama antara kedua perusahaan dan universitas ini mencakup pengembangan kurikulum dan peningkatan sinergi antara pendidikan dan industri.
Baca juga: University Serahkan Laporan Magang Jelang Presentasi Poster
Easycash mempelopori layanan pinjaman peer-to-peer digital dengan menyediakan pinjaman mikro kepada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan perbankan konvensional. Menggunakan sistem penilaian kredit berbasis AI, Easycash menyederhanakan proses peminjaman menjadi lebih cepat, transparan, dan bebas agunan, demi mewujudkan inklusi keuangan dan kemudahan akses bagi semua kalangan.
Sementara itu, Danacita hadir sebagai platform pembiayaan pendidikan yang memfasilitasi mahasiswa dalam mengakses pendidikan tinggi dan pelatihan dengan cicilan fleksibel. Bekerja sama dengan lebih dari 150 lembaga pendidikan di Indonesia, Danacita berkomitmen mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan adil bagi generasi muda.
Kolaborasi Nyata Antarbangsa
Dalam sesi diskusi, mahasiswa Cyber University dan UTP mendapat kesempatan langsung untuk berdialog dengan manajemen kedua perusahaan, menggali berbagai aspek penting seperti pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap regulasi OJK, pemanfaatan teknologi digital, hingga strategi pertumbuhan pasar di tengah ketatnya persaingan industri fintech.
“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung praktik nyata bagaimana fintech berkembang dan berperan dalam mendukung pembangunan inklusif di Indonesia,” ujar Encik Khoirul Anam, perwakilan dari International Office UTP.
Kegiatan ini merupakan perwujudan kerja sama antara Cyber University dan AFTECH yang telah berlangsung sejak 2019. Dalam kemitraan ini, Cyber University memasukkan wawasan dan standar industri fintech ke dalam kurikulumnya. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam ekosistem startup dan industri fintech melalui program magang, kunjungan ke perusahaan, serta kolaborasi riset. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja.
Baca juga: Student Exchange, Sampai Raih Penghargaan Mahasiswa Paling Aktif
Dengan fokus pada Fintech dan ekonomi digital, Cyber University, yang sebelumnya BRI Institute, menyediakan pendidikan tinggi berbasis digital. Cyber University bermitra dengan AFTECH dan berbagai institusi di tingkat nasional dan internasional untuk mempersiapkan lulusan yang tak hanya siap kerja, namun juga mampu berinovasi dalam menghadapi dinamika ekonomi digital.
Di tingkat nasional, AFTECH menjadi payung bagi para pemain di industri fintech. Organisasi ini fokus pada pengembangan ekosistem fintech yang sehat, inklusif, dan bertanggung jawab, sekaligus menghubungkan industri, regulator, dan akademisi untuk mendukung kemajuan berkelanjutan di sektor keuangan digital.(Anita Nur Faigah)
BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...
Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...