Sebelum ikut Magna Sinergi, aku sempat merasa sedikit takut. Aku sudah membayangkan beberapa cerita- cerita di media sosial tentang ospek yang penuh senioritas, atau bahkan mahasiswa baru yang diharuskan untuk mencukur habis rambutnya. Hal itu yang menghantuiku setiap hari sebelum dimulainya kegiatan Magna Sinergi. Aku sempat mikir, jangan-jangan suasananya bakal kaku, tegang, dan bikin minder ketemu kakak tingkat. Atau mungkin lebih parah. Pikiran itu yang membuatku penasaran apakah kegiatan Magna Sinergi nanti sepeti kegiatan PKKMB di kebanyakan kampus atau tidak.
Tapi apa yang aku bayangkan selama beberapa hari sebelumnya itu salah besar. Sejak hari pertama, Magna Sinergi justru sangat terbalik. Kegiatan yang sangat seru dimulai berkenalan dengan mahasiswa baru yang lain dan kakak tingkat, mengenal gedung kampus, dan paparan dari kaprodi.
Baca juga: Menjadi Bagian dari Keluarga Cyberian Melalui Magna – Sinergi (PKKMB)
Insight yang diberikan dari para dosen disana juga ada talkshow inspiratif bareng mahasiswa berprestasi dan alumni yang inspiratif, ada games kecil yang yang dapat mencairkan suasana membuat mahasiswa baru berfikir, sampai beberapa momen ngobrol santai sama kakak tingkat yang ternyata lebih seperti mengobrol dengan mahasiswa baru lain ketimbang mengobrol dengan senior yang aku pikir galak. Suasananya fun, penuh kreativitas, tapi tetap memberikan banyak insight berharga buat perjalanan kuliah ke depan.
Begitu kegiatan ini dimulai, kesan pertama yang aku dapat sudah pasti seru banget dan membuatku penasaran dengan rangkaian acara selanjutnya. Dari awal kegiatan atau bahkan sebelum sudah kerasa kalau ini bukan kegiatan yang biasa dan menakutkan, tapi lebih ke ajang buat saling kenal dan belajar hal baru yang tidak kami dapatkan di sekolah. Aku dapat banyak insight berguna buat kehidupan kampus kedepan, sekaligus ketemu teman-teman baru yang punya cerita masing-masing. Aku dapat mengambil pelajaran atau wawasan baru dari cerita cerita teman baru ku.
Salah satu momen paling berkesan menurutku adalah talkshow bareng mahasiswa berprestasi dan alumni yang inspiratif. Rasanya kayak dapet booster semangat, karena aku dapat bertanya perihal apa yang aku bingungkan dan ingin aku tanyakan. Dengan mendengarkan talkhow bersama mahasiswa berprestasi juga aku jadi bisa lihat langsung bukti bahwa dengan menjadi mahasiswa Cyber University juga dapat bersaing tidak hanya nasional bahkan internasional.
Selanjutnya hal yang paling bikin aku penasaran yaitu sesi bersama alumni inspiratif yang bikin aku sadar, meningkatkan semangatku, dan ada rasa sangat ingin menjadi penerus mereka yang mungkin beberapa tahun nanti aku yang akan duduk disana..hahahaaa. Pada saat momen itu aku bertanya tentang penggunaan AI yang efektif yang dijawab oleh Kak Bagas dan juga Kak Talitha, yang sangat menjawab pertanyaanku dengan
jelas. Kemudian, aku juga bertanya saat sesi talkshow alumni inspiratif yang dijawab oleh Kak Windi yang sangat membuka pikiran ku terhadap apa yang aku bingungkan.
Baca juga: Transisi Mahasiswa Baru Tanpa Sikap Senioritas di Cyber University
Beberapa momen yang berkesan justru membuatku lupa akan ketakutanku sebelumnya. Mengingat aku yang selalu berpikir bahwa kegiatan Magna Sinergi akan sama dengan PKKMB di kebanyakan kampus yang masih menggunakan metode perpeloncoan yang bahkan mereka anggap itu adalah tradisi wajib. Menurutku tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Tetapi, alangkah lebih baik jika metode perpeloncoan ini harus segera dihilangkan karena kurang memberikan manfaat dibandingkan dengan kegiatan awal kuliah yang meningkatkan motivasi para mahasiswa baru. Seperti di Cyber University, dimana kami diarahkan untuk lebih fokus mengenal kampus, menjalin relasi, dan menyerap motivasi. Bukan ditakut-takuti, tapi justru kami diberi ruang untuk bertumbuh.
Suasana yang ceria di kegiatan Magna Sinergi membuatku lega dan jauh dari kata tegang. Kakak tingkat disana tidak hanya hadir untuk memberi instruksi, tetapi mendampingi kami. Seperti saat jam istirahat atau sekedar ketemu ketika sedang berjalan di kampus, mereka tidak menjaga jarak dengan kami, mereka justru berbaur dengan kami untuk mengobrol tentang apapun yang dapat membuat kami dapat menjadi akrab.
Senioritas biasanya identik dengan kakak tingkat yang merasa lebih diatas dari adik tingkatnya, dan aku tidak melihat itu kemarin. Sebaliknya, kakak tingkat memberi ruang supaya kami berani bertanya, bercerita, bahkan curhat tentang kekhawatiran menghadapi dunia perkuliahan. Terasa saat ada sesi pengenalan HIMA di kelas masing-masing. Aku dan teman teman yang lain langsung bertemu dengan kakak tingkatku yang prodi nya sama denganku. Hanya sedikit memperkenalkan HIMA, sisanya kami mengobrol santai tentang jurusan Teknologi Informasi dan hal lain yang berdampak baik buat kami. Tradisi senioritas yang kerap terjadi di kebanyakan kampus ternyata bisa diganti dengan budaya kebersamaan. Justru dengan cara ini, kami jadi lebih cepat merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar kampus.
Di hari kedua, kami dikasih ruang untuk menggali kreativitas kami yaitu kami dipersilahkan untuk membuat yel-yel kelompok. Yang bikin menarik, bukan cuma hasilnya, tapi prosesnya. Membuat yel-yel kelompok bukanlah hal yang mudah. Kebetulan aku pernah mengikuti organisasi yaitu Pramuka. Jadi, aku tidak terlalu sulit dalam membuat yel-yel kelompok. Aku hanya menyesuaikan tempat, jumlah anggota, dan nama kelompok. Meski begitu, aku menyadari bahwa pada saat itu aku berkelompok, aku manfaatkan momen itu untuk menjadi lebih dekat dengan yang lain dengan berdiskusi perihal yel-yel.
Pada saat tampil, semua kelompok menampilkan aksi dan hasil latihan terbaik mereka. Ini lah buah dari diberinya ruang bagi para mahasiswa baru yang hasilnya bisa keren dan out of the box tentunya berkat kakak tingkat atau mentor yang merangkul juga. Melihat hal tersebut, membuktikan bahwa kegiatan Magna Sinergi bukanlah kegiatan yang hanya sekedar duduk, dengar, terus pulang, tapi aktif ikut menciptakan pengalaman bersama.
Aku merasa bahwa kegiatan Magna Sinergi kemarin menjadi tangga buatku agar lebih mengenal dan dapat berkembang di dunia perkuliahan. Dari sana aku tahu bahwa kegagalan adalah bukanlah hal yang ditakuti, justru dengan gagal kita mendapat pembelajaran dan kuliah adalah tempat seseorang untuk merasakan gagal yang nanti nya akan kembali bangkit. Hal itu menjadi semacam bahan bakar buat aku yang takut untuk gagal.
Aku bangga menjadi bagian dari Cyber University yang sudah menyajikan kegiatan yang tidak hanya fun, namun penuh manfaat. Semoga kedepannya, budaya seperti ini tetap
terjaga bahkan menginspirasi. Pada akhirnya, kami yang mengikuti kegiatan tersebut bukan untuk ditakut-takuti, tetapi untuk diberi bekal demi mencetak masa depan.
Penulis: Rifky Fadillah, Prodi Teknologi Informasi