Jakarta – Kelahiran Indonesia Society on Smart Technologies (IS-SMART) disambut meriah pada Senin (3/12), di Aula Heritage Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Acara yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta jajaran Dewan Pengawas IS-SMART yang dipimpin oleh Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, menandai tonggak penting bagi ekosistem teknologi cerdas nasional.
Di samping itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknologi Informasi Cyber University, Dicky Hariyanto, turut hadir bersama perwakilan perguruan tinggi, dosen, guru, dan praktisi industri teknologi. Pada pembukaan, Ketua Umum IS-SMART, Prof. Edi Surya Negara, menyampaikan visi organisasi untuk memperkuat inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di seluruh sektor. Selanjutnya, Wakil Gubernur Rano Karno menekankan peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi adopsi teknologi cerdas demi meningkatkan kualitas layanan publik.
Baca juga: Dari Skripsi ke BRI: Lulusan Bisnis Digital Ini Bawa Transformasi Digital UMKM ke Level Selanjutnya
Sesi talkshow berjudul “Kesiapan Indonesia Menyongsong Era Kecerdasan Artifisial” mempertemukan pakar AI, akademisi, dan pelaku industri. Para narasumber menyoroti urgensi pembangunan infrastruktur data, regulasi yang adaptif, serta pengembangan talenta digital yang mampu bersaing secara global.
Sebagai puncak acara, IS-SMART menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Cyber University. Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Ing. Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University, yang menegaskan komitmen bersama dalam riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi cerdas.
“Kelahiran IS-SMART merupakan momentum strategis bagi dunia pendidikan dan industri teknologi. Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi perguruan tinggi, termasuk Cyber University, untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi cerdas yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem inovasi serta menyiapkan talenta digital Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Dicky Hariyanto dalam sambutan resmi.
Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia menegaskan posisinya tidak hanya sebagai pelopor pendidikan fintech, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi cerdas yang mendukung transformasi digital nasional. Dengan terbentuknya IS-SMART, diharapkan Indonesia semakin sigap dalam menyongsong era kecerdasan buatan, menciptakan inovasi berkelanjutan, dan memperkuat daya saing bangsa di kancah internasional.