Jakarta–Jakarta Future Exchange (JFX) dan Cyber University (Universitas Siber Indonesia) sepakat untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan ekosistem fintech, pasar berjangka, dan literasi investasi berbasis industri. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang ditindaklanjuti dengan diskusi mendalam dilaksanakan di Kantor JFX, The City Tower, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin, (26/1).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pimpinan kedua institusi. Dari Cyber University, hadir Rektor Gunawan Witjaksono, Ph.D., Wakil Rektor Dr. Ing. Agus Trihandoyo, Ketua Program Studi Sistem Informasi Dwipo Setyantoro, serta perwakilan humas dan mahasiswa. Sementara itu, JFX diwakili oleh Presiden Direktur Yazid Kanca Surya, Direktur Syarifah Nuly Nazila, dan Head of Corporate Communication Putri Maya Sulistiani.
Baca Juga: Menelusuri Hati Digital: Mengapa Perilaku Konsumen adalah Kunci Sukses Bisnis Masa Depan
Diskusi berfokus pada perancangan kerja sama yang mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE), kebijakan Company Learning Program (CLP) 3+1 yang diusung oleh Cyber University. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan kebutuhan kompetensi industri fintech dan pasar berjangka, mencakup literasi investasi, manajemen risiko, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam sistem keuangan.
Ruang lingkup kolaborasi ini mencakup penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan industri, program magang mahasiswa yang terstruktur di lingkungan JFX, serta pelatihan dan integrasi materi pasar berjangka ke dalam kurikulum perkuliahan. Seluruh program dirancang agar menghasilkan learning outcomes yang terukur dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia berkomitmen untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai landasan penting dalam mencetak talenta fintech yang kompetitif.
Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, Ph.D., menegaskan pentingnya sinergi ini. "Kerja sama dengan Jakarta Future Exchange (JFX) mendukung penerapan Outcome-Based Education secara konsisten, dengan menghadirkan konteks industri fintech dan pasar berjangka ke dalam pembelajaran dan penelitian," ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Cyber University, Dr.Ing. Agus Trihandoyo, menambahkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan strategi penguatan CLP 3+1. "Melalui skema CLP 3+1, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran berbasis industri selama satu tahun. Ini menjadi instrumen strategis untuk memastikan ketercapaian OBE dan meningkatkan daya saing lulusan di sektor fintech," jelasnya.
Presiden Direktur JFX, Yazid Kanca Surya, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyampaikan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi berbasis teknologi memiliki peran penting dalam pembangunan ekosistem pasar berjangka nasional. "Kolaborasi dengan Cyber University membuka peluang penguatan riset terapan, peningkatan literasi investasi, serta pengembangan talenta fintech yang memahami mekanisme pasar secara komprehensif dan bertanggung jawab," ungkapnya.
Melalui rapat pembahasan ini, kedua institusi menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan kerja sama yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga implementatif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa serta penguatan literasi investasi nasional.
BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...
Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...