Banyak pelaku usaha kecil merasa promosi selalu menuntut biaya iklan. Padahal ada kanal yang bisa dipakai tanpa biaya dan justru dicari calon pembeli.
Pencarian tempat terdekat kini menjadi kebiasaan sebelum orang memutuskan berkunjung. Di situlah Google Maps berperan sebagai etalase yang bekerja sepanjang hari.
Sayangnya, banyak usaha belum mengelola tampilannya secara serius.
Orang yang mencari tempat terdekat umumnya sudah punya niat berkunjung dalam waktu dekat. Kunjungan semacam ini biasanya berujung transaksi.
Berbeda dengan iklan yang menjangkau siapa saja, pencarian lokal menjangkau orang yang memang sedang membutuhkan. Karena itu, muncul di Google Maps sering memberi hasil lebih tepat sasaran dibanding promosi umum.
Tampilan usaha di peta juga menjadi kesan pertama, mulai dari foto, jam buka, sampai ulasan pelanggan.
Bagi usaha rintisan dengan anggaran terbatas, kanal ini menjadi salah satu titik awal paling masuk akal. Terlebih, profil di Google Maps dapat dikelola sendiri tanpa perlu menyewa jasa pihak ketiga.
Baca juga: Banyak CPNS Lulusan SMA Pilih Jurusan Bisnis Digital Buat Percepat Kenaikan Golongan, Ini Alasannya
Empat langkah berikut paling menentukan seberapa mudah sebuah usaha ditemukan calon pelanggan.
Pendaftaran dilakukan melalui layanan profil bisnis yang disediakan secara gratis. Verifikasi diperlukan agar pemilik dapat mengelola informasinya sendiri. Tanpa langkah ini, data usaha di Google Maps berpotensi diisi orang lain dan sering kali tidak akurat.
Nama, alamat, dan nomor telepon sebaiknya ditulis sama persis di seluruh kanal, mulai dari media sosial sampai situs sendiri. Konsistensi ini membantu sistem mengenali bahwa seluruh informasi merujuk pada usaha yang sama. Jam buka juga perlu diperbarui, terutama saat libur panjang.
Foto yang menampilkan suasana, produk, dan bagian depan bangunan membantu calon pelanggan mengenali tempat saat tiba. Foto berlebihan yang tidak sesuai kenyataan justru berisiko menimbulkan kekecewaan. Memperbarui foto secara berkala membuat tampilan usaha terlihat aktif.
Ulasan menjadi pertimbangan utama sebelum orang memutuskan berkunjung. Membalas ulasan, termasuk yang bernada keluhan, memperlihatkan bahwa usaha tersebut dikelola dengan serius. Meminta ulasan boleh dilakukan, namun sebaiknya tanpa iming-iming yang membuat penilaiannya tidak jujur.
Kesalahan pertama berupa membiarkan profil terisi otomatis tanpa pernah diperiksa. Informasi yang keliru justru membuat pelanggan datang pada waktu yang salah.
Kesalahan kedua adalah mengabaikan ulasan bernada negatif. Tanggapan yang tenang sering kali lebih meyakinkan calon pelanggan dibanding rentetan pujian.
Kesalahan ketiga terletak pada penulisan nama usaha yang dipenuhi kata kunci. Praktik semacam ini berisiko melanggar ketentuan layanan.
Layanan profil bisnis menyediakan ringkasan mengenai jumlah pencarian dan permintaan arah menuju lokasi. Data tersebut memperlihatkan seberapa sering usaha ditemukan.
Membandingkan angka antarbulan membantu menilai apakah perubahan foto maupun jam buka memberi pengaruh.
Dengan cara itu, Google Maps berubah dari sekadar penunjuk lokasi menjadi sumber data yang menopang keputusan usaha.
Tautan menuju profil di Google Maps sebaiknya dipasang di bio media sosial maupun pesan otomatis. Calon pembeli jadi tidak perlu mengetik nama usaha secara manual.
Selain itu, ulasan yang bagus dapat dibagikan ulang sebagai bahan promosi, tentu dengan menyebut sumbernya secara wajar.
Menyertakan foto suasana ke unggahan media sosial juga membantu, sebab tampilan yang seragam antara Google Maps dan kanal lain membuat pembeli lebih yakin bahwa akun tersebut memang resmi.
Konsistensi semacam ini murah dilakukan namun sering menjadi pembeda antara usaha yang mudah ditemukan dan yang terlewat begitu saja.
Cyber University (CU) dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan yang dipertimbangkan bagi yang ingin menekuni pemasaran digital secara serius. Kampus ini merupakan universitas financial technology pertama di Indonesia.
Konsep Company Learning Program (CLP) berupa tiga tahun kuliah dan satu tahun magang memberi kesempatan mencoba langsung pengelolaan kanal digital pada usaha nyata.
Program studinya meliputi Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, serta Kewirausahaan. Bagi anda yang ingin membangun usaha sendiri, jalur ini layak masuk daftar pertimbangan.
Profil yang lengkap membuat usaha muncul saat calon pembeli mencari tempat terdekat. Ulasan yang dikelola membuat Google Maps berfungsi seperti rekomendasi dari mulut ke mulut. Data kunjungan pada Google Maps juga memberi gambaran seberapa sering usaha ditemukan tiap bulan. Karena seluruh manfaat itu tersedia tanpa biaya, mengabaikannya sama saja melewatkan kanal promosi yang sudah dicari pelanggan.
Kecerdasan buatan (AI) semakin memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu profesi yang muncul sebagai hasil dari perkembangan tek...
Bagi mahasiswa atau lulusan baru yang akan memasuki dunia kerja, memahami struktur organisasi dan jenjang jabatan di sebuah perusahaan adalah pemahama...