Daya Tampung UGM 2026 merupakan informasi penting bagi calon mahasiswa yang sedang menyiapkan pilihan jurusan dan jalur masuk. Data resmi admisi UGM mencatat adanya 93 program studi jenjang Sarjana dan Sarjana Terapan yang diselenggarakan oleh 18 fakultas dan 1 Sekolah Vokasi.
Total daya tampung tersebut dibagi menjadi tiga jalur pendaftaran. Komposisinya adalah 30 persen untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 30 persen untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan 40 persen untuk jalur Seleksi Mandiri.
Baca Juga: Kupas Tuntas Passing Grade UGM dan Daya Tampung 2026
Beberapa program studi di UGM memiliki kuota yang jauh lebih besar dibanding prodi lain. Hukum menjadi prodi dengan daya tampung total terbesar, yaitu 320 kursi, disusul Ilmu dan Industri Peternakan 300 kursi, Kehutanan 300 kursi, Farmasi 240 kursi, serta Biologi dan Psikologi yang masing-masing 225 kursi.
Jika mengacu pada data yang sudah dihitung dari tabel daya tampung program studi, total kapasitas seluruh jalur mencapai 9.403 kursi. Sementara itu, UGM menyebut kuota jalur SNBT 2026 mencapai 2.837 kursi atau sekitar 30 persen dari total kapasitas program sarjana dan sarjana terapan.
Untuk jalur UTBK SNBT 2026, artikel dari Kompas merangkum 12 prodi UGM dengan daya tampung terbesar. Hukum menempati posisi pertama dengan 96 kursi, diikuti Ilmu Peternakan 90 kursi, Ilmu Kehutanan 90 kursi, Farmasi 72 kursi, Biologi 68 kursi, Psikologi 68 kursi, Kedokteran Hewan 60 kursi, Kedokteran 53 kursi, Teknik Mesin 51 kursi, Kimia 45 kursi, Kedokteran Gigi 45 kursi, dan Teknik Kimia 42 kursi.
Meski kuotanya besar, tingkat persaingan tetap tinggi di beberapa prodi. Hukum tercatat memiliki 3.654 peminat pada 2025, Psikologi 3.601 peminat, dan Kedokteran 3.155 peminat. Karena itu, daya tampung sebaiknya dipakai sebagai bahan membaca peluang, bukan sebagai jaminan bahwa satu jurusan akan lebih mudah ditembus.
Artinya, calon mahasiswa yang berencana masuk lewat SNBT perlu membaca daya tampung tidak hanya dari sisi prodi incaran, tetapi juga dari distribusi kuota di tingkat universitas. Jalur mandiri juga memiliki porsi paling besar, yakni 40 persen, sehingga strategi pendaftaran tidak harus bertumpu pada satu jalur saja.
Cara paling sederhana adalah melihat total daya tampung suatu prodi, lalu mencocokkannya dengan jalur yang ingin dipilih. Dari sana, calon mahasiswa bisa mengetahui apakah prodi tertentu lebih menarik dipertimbangkan lewat SNBP, SNBT, atau Seleksi Mandiri.
Data peminat juga bisa membantu memberi konteks tambahan. Misalnya, Biologi memiliki kuota SNBT 68 dengan peminat 2025 sebanyak 538, sedangkan Kimia memiliki kuota 45 dengan peminat 459. Angka seperti ini bisa dibaca berbeda dibanding prodi dengan peminat ribuan, meski semuanya sama-sama masuk kelompok kuota besar.
Persaingan masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM) tetap ketat meski beberapa program studi memiliki kuota penerimaan yang cukup besar. Kondisi ini menuntut calon mahasiswa untuk tidak hanya bergantung pada satu kampus tujuan, melainkan menyiapkan strategi alternatif sejak awal agar rencana kuliah tetap berjalan meski persaingan di prodi incaran sangat tinggi.
Cyber University dapat menjadi salah satu opsi alternatif yang patut dipertimbangkan, terutama bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi sesuai minat dan rencana akademik. Dengan menyiapkan pilihan sejak dini, calon mahasiswa memiliki ruang lebih luas untuk menyusun keputusan kuliah secara matang. Segera eksplorasi informasi pendaftaran Cyber University dan pastikan Anda menyiapkan jalur alternatif terbaik demi masa depan pendidikan yang terarah.
Kecerdasan buatan (AI) semakin memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu profesi yang muncul sebagai hasil dari perkembangan tek...
Bagi mahasiswa atau lulusan baru yang akan memasuki dunia kerja, memahami struktur organisasi dan jenjang jabatan di sebuah perusahaan adalah pemahama...