Jakarta – Cyber University akan menyelenggarakan Program Edutrip yang melibatkan mahasiswa dan dosen Cyber University pada 9-12 Februari 2026 ke Singapura dan Malaysia. Program ini dirancang untuk memperkuat wawasan global serta menjembatani teori akademik dengan praktik internasional melalui pembelajaran berbasis pengalaman lintas negara.
Program Edutrip 2026 merupakan upaya dari Cyber University dalam meningkatkan kualitas pembelajaran global. Sebagai The First Fintech University in Indonesia, Cyber University secara konsisten mendorong penguatan kompetensi akademik dan profesional civitas akademika agar selaras dengan dinamika pendidikan tinggi dan kebutuhan industri global.
Diantara rangkaian kegiatan Edutrip salah satunya meliputi kunjungan akademik ke Nanyang Technological University (NTU) di Singapura dan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) di Malaysia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen Cyber University akan mempelajari secara langsung sistem pembelajaran, budaya akademik, serta pengembangan riset di lingkungan perguruan tinggi internasional.
Staf Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik Cyber University, Cep Adiwihardja menyampaikan bahwa Program Edutrip 2026 dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang memperluas perspektif global civitas akademika.
"Melalui Program Edutrip ini, kami ingin mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman akademik dan profesional lintas negara yang relevan dengan kebutuhan dunia global, sekaligus memperkuat daya saing lulusan Cyber University,” ujarnya, dalam keterangan rilis, Selasa (3/2).
Selain kunjungan akademik, lanjut Cep, peserta Edutrip juga akan melakukan kunjungan industri ke VAST Company di Johor Bahru, Malaysia. "Untuk kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai praktik profesional, budaya kerja internasional, serta keterkaitan antara kompetensi akademik dengan kebutuhan industri global," ujarnya.
Ia menjelaskan, bagi mahasiswa, program Edutrip menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring internasional, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural. Sementara itu, bagi dosen pendamping, Edutrip diharapkan dapat memperkaya perspektif pengajaran melalui observasi langsung dan pertukaran wawasan dengan mitra akademik maupun pelaku industri internasional.
Baca juga: SMKN 44 Jakarta Gaspol Beasiswa Fintech Kampus Expo 2026 Banjir Peminat Cyber University
"Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program, kami telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi internal, pemantapan konsep kegiatan, hingga penyelarasan peran dosen dan mahasiswa. Sejumlah rapat daring juga telah dilaksanakan guna memastikan kesiapan akademik, teknis, dan administratif seluruh peserta," tutur Cep.
Cep berharap, melalui Program Edutrip dapat mencetak lulusan yang berwawasan global, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat jejaring internasional kampus dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berdaya saing global.