Jakarta - Di era digital yang berkembang pesat, kebutuhan akan tenaga ahli di bidang Teknologi Informasi (TI) semakin meningkat. Menjawab tantangan ini, Cyber University hadir dengan komitmen kuat untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga siap bersaing di industri global.
Sebagai institusi pendidikan yang inovatif, Cyber University menawarkan kurikulum yang mengombinasikan teori dan praktik di berbagai aspek TI.
Baca juga: Perjalanan Adit Dimulai, Dari Mahasiswa Cyber University Menuju Pengusaha Digital Sukses
Dicky Haryanto, selaku Ketua Program Studi Teknologi Informasi (TI) Cyber University mengatakan bahwa mahasiswanya dibekali dengan pemahaman mendalam tentang artificial intelligence (AI), keamanan siber, pengembangan perangkat lunak, serta manajemen data. Keahlian-keahlian tersebut menjadi fondasi penting dalam dunia digital saat ini.
"Tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, Cyber University juga memberikan pengalaman langsung melalui proyek-proyek nyata yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi terkemuka. Dengan lingkungan belajar yang interaktif dan laboratorium berteknologi canggih, mahasiswa dapat mengasah keterampilan analitis serta pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja," kata Dicky kepada media, pada Jumat (14/2) di Jakarta.
Selain keterampilan teknis, lanjut Dicky, Cyber University juga menekankan pengembangan soft skill seperti kerja tim, komunikasi efektif, dan manajemen proyek.
"Melalui metode pembelajaran berbasis studi kasus, mahasiswa dapat memahami bagaimana teknologi diterapkan dalam berbagai sektor industri. Sehingga menjadikan mereka lebih siap dalam menghadapi tantangan dunia kerja," ujarnya.
Baca juga: Cyber University Serahkan LoA Beasiswa Kuliah Bagi Siswa Berprestasi
Juga, melalui kerja sama bersama perusahaan global dan institusi riset, Cyber University memastikan bahwa kurikulumnya selalu relevan dengan perkembangan industri.
"Lulusan Cyber University, terutama dari Prodi TI, tidak hanya menjadi tenaga kerja terampil, tetapi juga inovator yang mampu membawa perubahan dan kemajuan dalam dunia teknologi informasi," tutup Dicky.