Seminar yang diselenggarakan secara hybrid Aula Kampus Cyber University ini menarik perhatian ratusan peserta daring dari berbagai wilayah Indonesia. Sederet pembicara kompeten hadir untuk berbagi pengetahuan, antara lain Prof. Andriyan Bayu Suksmono dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB yang juga merupakan perwakilan Indonesian Quantum Initiative (IQI), Vishal Sharathchandra Bajpe, Quantum Algorithm Engineer dari IBM Quantum Singapore, Associate Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar dari Telkom University, serta Gunawan Witjaksono, Rektor Cyber University.
Dr. Ing. Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Bidang Akademik Cyber University, bertindak sebagai moderator acara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat penguasaan teknologi kuantum di Indonesia. “Qiskit Fall Fest bukan hanya festival akademik, tetapi juga momentum strategis bagi Indonesia untuk masuk ke dalam orbit global riset dan inovasi kuantum. Cyber University berkomitmen menjadi pionir dan katalisator agar mahasiswa kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta solusi kuantum di masa depan,” tegas Agus Trihandoyo.
Qiskit, sebagai informasi, adalah open-source SDK (Software Development Kit) yang dikembangkan oleh IBM Quantum. Dengan Qiskit, para peneliti, mahasiswa, dan pelaku industri dapat membangun algoritma kuantum yang berpotensi merevolusi berbagai bidang, mulai dari keamanan siber dan kecerdasan buatan, hingga optimisasi logistik dan riset farmasi.
Melalui seminar ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada dasar-dasar komputasi kuantum, tetapi juga diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan, peluang, dan roadmap pengembangan riset kuantum saat ini. Sebagai kampus berbasis digital, Cyber University menunjukkan ambisinya untuk bersaing di kancah global dengan menjadi bagian dari ekosistem Qiskit Fall Fest, bersanding dengan universitas-universitas ternama dunia.
“Partisipasi Cyber University dalam Qiskit Fall Fest 2025 adalah bukti nyata komitmen kami untuk menempatkan kampus ini sebagai center of excellence di bidang teknologi frontier. Kami ingin mahasiswa Cyber University tidak hanya siap menghadapi revolusi kuantum, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam ekosistem global,” ungkap Gunawan Witjaksono, Rektor Cyber University.Anita Nur Faigah





