Bandung - Universitas Siber Indonesia (Cyber University)
melalui Program Studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi (STI) melakukan
benchmarking pemutakhiran kurikulum ke Fakultas Informatika Universitas Telkom,
Kamis (27/8) bulan lalu. Kegiatan yang berlangsung di Telkom University
Landmark Tower (TULT), Bandung ini, bertujuan memperkuat mutu pembelajaran dan
memastikan kurikulum tetap sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan
industri.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Kurikulum Unggul: Pemutakhiran Capaian Pembelajaran Berstandar LAM INFOKOM dan Kebutuhan Industri 5.0.” Cyber University memilih Fakultas Informatika Universitas Telkom sebagai mitra karena memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan informatika, khususnya pada Prodi Teknologi Informasi Tel-U.
Baca juga: Cyber University Siapkan Program Magang Terstruktur dan Berinsentif untuk Mahasiswa
Prodi Teknologi Informasi Universitas Telkom diketahui telah
meraih akreditasi Unggul dari LAM INFOKOM dan akreditasi IABEE pada 2026.
Melalui kegiatan ini, Cyber University sebagai Shaping Future Digital Leader menggali
berbagai praktik pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan untuk memperkuat
kompetensi lulusan.
Delegasi Cyber University dipimpin oleh Dr. Ing. Agus
Trihandoyo, DEA, selaku Wakil Rektor Cyber University. Turut hadir Neneng
Rachmalia Feta, S.Kom., M.Kom., selaku Ketua Prodi Sistem dan Teknologi
Informasi Cyber University, bersama tim pengembang kurikulum dan tenaga
kependidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Cyber University juga melibatkan
tim dari Program Studi S1 Teknologi Informasi untuk memperluas pembahasan
terkait pengembangan kurikulum bidang teknologi informasi. Kunjungan ini
disambut oleh Dr. Kemas Muslim Lhaksmana, S.T., M.ISD., selaku Dekan Fakultas
Informatika Universitas Telkom, beserta jajaran fakultas.
Feta mengatakan, agenda utama benchmarking membahas
pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan standar pendidikan
tinggi.
“Pembahasan mencakup penyelarasan Capaian Pembelajaran
Lulusan (CPL), pemetaan Bahan Kajian (BK), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
(CPMK), struktur mata kuliah, penerapan Outcome-Based Education (OBE), sistem
asesmen, hingga mekanisme Continuous Quality Improvement (CQI),” katanya, dalam
keterangan rilis, Rabu (9/9).
Selain aspek akademik, kedua pihak juga membahas penguatan
kompetensi di bidang Cybersecurity dan Digital Trust. Topik yang dikaji
meliputi integrasi sertifikasi profesi, pembelajaran berbasis proyek, capstone
project, serta pengelolaan laboratorium keamanan siber.
“Melalui benchmarking ini, kami berharap bisa memperoleh rekomendasi dan praktik terbaik untuk menyempurnakan kurikulum Prodi Sistem dan Teknologi Informasi. Hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan OBE, meningkatkan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, serta mendukung pemenuhan standar mutu pendidikan nasional maupun internasional,” tutur Feta.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Cyber University
membangun jejaring akademik dengan perguruan tinggi mitra. Ke depan, kolaborasi
dengan Universitas Telkom diharapkan berkembang dalam bidang pendidikan,
penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, dan
berbagai kegiatan akademik lainnya.
BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...
Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...