Cyber University Bawa Energi Baru ke Desa Citorek Sabrang lewat Pengabdian Berdampak

research
  • 15 Dec
  • 2025

Cyber University Bawa Energi Baru ke Desa Citorek Sabrang lewat Pengabdian Berdampak

Jakarta - Pada tanggal?3–9?Desember?2025, rombongan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cyber University kembali menggelar program pengabdian di Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, Lebak. Dipimpin oleh Dr. Anang Martoyo selaku dosen pembimbing sekaligus Kepala Cyber Center, tim tersebut melanjutkan rangkaian kegiatan Program PM Berdampak Kemendikbud Ristek dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi, pariwisata, dan pendidikan desa.

Cyber University, yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia, menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu teknologi ke dalam kegiatan sosial. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia di Citorek Sabrang.

Baca juga: Lulusan Cyber University Buktikan Diri: Company Learning Program Antar Mahasiswa Langsung Kerja di BRI

Selama seminggu, tim BEM Cyber University menuntaskan beberapa proyek strategis. Pembangunan Gapura Selamat Datang di kawasan wisata Gunung Maang mencapai tahap finalisasi, sementara menara pandang di Gunung Malang mulai dibangun pada 5?Desember dan diproyeksikan selesai pada 13?Desember.

Selain itu, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan pembuatan gendar dengan mesin sederhana, pelatihan digital marketing bagi pengrajin anyaman, serta menyalurkan donasi buku ke Ponpes Al?Ihsan, SDN Citorek Sabrang?1, dan SMAN?2 Cibeber. Semua aktivitas dirancang untuk memperkuat potensi lokal, dari sektor pariwisata hingga UMKM dan literasi.

“Program ini bertujuan menyelesaikan gapura sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui menara pandang dan pelatihan digital,” ujar Dr. Anang Martoyo. “Kami berharap hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Citorek.”

Sambutan hangat datang dari Kepala Desa Suarta Atmawijaya bersama perangkat desa Carik Sarnuki, Kasi Ekbang Sukardi, staf Ahyudin, dan tokoh masyarakat Edi. Suarta Atmawijaya menyampaikan, “Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi desa. Kolaborasi ini memperkuat rasa kebersamaan dan membuka pintu bagi perkembangan lebih lanjut.”

Baca juga: Family Gathering Prodi Kewirausahaan Ciptakan Kolaborasi Tanpa Batas

Ketua BEM CU, Talitha Kanza, memimpin rekan-rekannya dengan semangat kolaboratif. “Setiap hari kami belajar tentang makna kontribusi nyata. Kerja sama dengan warga desa menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Talitha. Ia menambahkan bahwa program akan berakhir pada akhir Desember 2025 dengan harapan konservasi wisata alam Gunung Malang menjadi lebih menarik serta kapasitas masyarakat meningkat melalui pelatihan yang telah diberikan.

Dengan koordinasi intens antara pihak kampus, dosen, dan pemerintah desa, tahapan pengabdian di Citorek Sabrang diharapkan selesai tepat waktu. Pembangunan menara pandang dijadwalkan selesai pada 13?Desember, sementara penyuluhan dan pelatihan akan terus dilanjutkan hingga akhir bulan. Keberhasilan program ini menjadi bukti sinergi antara pendidikan tinggi dan komunitas lokal dalam menciptakan dampak sosial?ekonomi yang berkelanjutan.