Mahasiswa Cyber University Gaungkan Edukasi Anti Korupsi di KOPABIN Tangerang

research
  • 02 Jul
  • 2025

Mahasiswa Cyber University Gaungkan Edukasi Anti Korupsi di KOPABIN Tangerang

Jakarta - Dua mahasiswa Cyber University sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia, Malahin Wahyu Zayyan Putra dan Cecilia Putri Winarno, menyuarakan pentingnya kesadaran antikorupsi melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan pada Minggu (15/6) lalu di KOPABIN (Koperasi Komunitas Pengusaha Agen Bank Indonesia) cabang Tangerang.

Sosialisasi bertemakan "Bahaya Korupsi dan Pentingnya Tata Kelola yang Bersih untuk Pembangunan Bangsa” ini digelar sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan mengedukasi pekerja sektor koperasi mengenai dampak nyata korupsi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Materi yang disampaikan berasal dari hasil riset kolaboratif yang telah mereka lakukan sebelumnya. Dalam presentasinya, Malahin menegaskan bahwa korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menciptakan ketimpangan dan inefisiensi sistemik.

Baca juga: Mahasiswa Cyber University dan UTP Malaysia Jalani Program Fintech Immersion

“Korupsi memperlambat pembangunan dan memperparah ketidakadilan. Kita tidak bisa menunggu perubahan dari atas saja, harus dimulai dari bawah juga,” ujarnya di hadapan para peserta.

Sementara itu, Cecilia melanjutkan dengan membahas peran buruk tata kelola yang lemah sebagai pintu masuk maraknya praktik korupsi. Ia menyoroti birokrasi yang tidak transparan, lemahnya akuntabilitas, dan rendahnya kesadaran etika kerja di berbagai sektor.

“Kita semua punya peran. Integritas bukan hanya soal hukum, tapi soal keberanian menjaga nilai jujur dalam tindakan sehari-hari,” ucapnya dalam sesi diskusi.

Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh karyawan KOPABIN, yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi seperti kuis, simulasi studi kasus, dan diskusi kelompok. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka baru memahami bentuk-bentuk korupsi yang sering terjadi dalam aktivitas operasional, termasuk yang selama ini dianggap “wajar” namun berbahaya jika dibiarkan.

Baca juga : Mahasiswa Malaysia dan Indonesia Eksplor Dunia Fintech di Fintopia Bersama Cyber University

Melalui kegiatan PKM ini, Malahin dan Cecilia berharap bisa menanamkan nilai integritas kepada masyarakat pekerja, khususnya di sektor koperasi dan UMKM. Mereka menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup dengan penindakan hukum, tetapi juga butuh pendidikan karakter dan budaya transparansi sejak dini.

“Kita ingin mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik curang,” kata Malahin.

Di akhir kegiatan, para peserta diajak berkomitmen untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Cecilia menutup kegiatan dengan pesan kuat, “Korupsi bukan musuh yang terlalu besar untuk dilawan. Selama kita sadar, jujur, dan berani menolak penyimpangan, maka kita sudah mengambil peran penting dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera”.(Malahin)