Sesi bermain gitar bersama teman biasanya berjalan tanpa aturan tertulis. Namun kalau diperhatikan, selalu ada pembagian peran yang berjalan dengan sendirinya.
Kumpulan chord lagu buat nongkrong memang tidak menuntut kemampuan tinggi. Justru karena itu, semua orang bisa masuk dan mengisi bagiannya masing-masing.
Cara kerja seperti ini menyerupai kondisi ideal sebuah tim rintisan usaha, tempat setiap orang punya peran jelas namun tetap bergerak menuju satu tujuan yang sama.
Pola yang rumit menuntut setiap orang menguasai keahlian tinggi lebih dulu. Akibatnya, jumlah orang yang bisa terlibat menjadi terbatas.
Sebaliknya, pola sederhana membuka ruang partisipasi lebih luas. Deretan chord lagu buat nongkrong bekerja dengan prinsip itu, sehingga siapa pun bisa ikut tanpa merasa tertinggal.
Tim usaha tahap awal umumnya menghadapi situasi serupa. Sistem kerja yang terlalu berlapis justru memperlambat gerak ketika jumlah anggotanya masih sedikit.
Karena itu, banyak usaha rintisan sengaja menahan diri untuk tidak membuat prosedur berlebihan sebelum jumlah orangnya benar-benar bertambah.
Baca juga: Alasan Karier sebagai Cybersecurity Analyst Semakin Diminati Generasi Muda
Empat poin berikut merangkum kemiripan antara sesi bermain gitar bersama dan cara tim rintisan usaha bekerja.
Sebelum lagu dimulai, nada dasar disepakati lebih dulu agar tidak ada yang terdengar sumbang. Pada sebuah usaha, kesepakatan awal itu berbentuk tujuan bersama dan definisi keberhasilan yang dipahami seluruh anggota tim. Tanpa kesepakatan tersebut, kerja keras masing-masing orang berisiko saling meniadakan meski niatnya sama-sama baik.
Pemegang ritme tidak berusaha mengambil alih bagian melodi, begitu pula sebaliknya. Kejelasan peran seperti ini membuat hasil akhirnya rapi meski dimainkan tanpa latihan panjang. Tim usaha rintisan bekerja lebih cepat ketika batas peran antaranggota jelas sejak awal, sehingga tidak ada pekerjaan yang dikerjakan dua kali.
Ketika ada yang salah menekan chord, lagu biasanya tetap berjalan sampai selesai. Tidak ada yang berhenti untuk saling menyalahkan. Budaya seperti ini penting bagi tim usaha tahap awal, sebab kesalahan kecil hampir pasti terjadi dan yang lebih menentukan adalah kecepatan memperbaikinya.
Satu susunan chord sering kali cocok dipakai untuk beberapa lagu sekaligus. Efisiensi tersebut menyerupai repeatable process, yaitu alur kerja baku yang dapat dipakai ulang untuk kebutuhan berbeda. Kemampuan menyusun proses semacam itu biasanya menjadi pembeda antara usaha yang bisa tumbuh dan yang berhenti di tahap awal.
Sesi memainkan chord lagu buat nongkrong memang bukan pelatihan formal. Meskipun demikian, kebiasaan menyesuaikan diri dengan tempo orang lain merupakan keterampilan yang sulit didapat dari membaca teori.
Dalam banyak kasus, kemampuan bekerja bersama orang lain justru lebih menentukan hasil akhir dibanding kemampuan teknis individu. Hal ini terasa nyata pada tim berukuran kecil yang harus menyelesaikan banyak hal dengan sumber daya terbatas.
Karena itu, kebiasaan berkumpul dan bermain bersama sebenarnya layak dilihat sebagai latihan ringan menuju cara kerja profesional.
Kemampuan membaca kapan harus memimpin dan kapan harus mengalah termasuk yang paling terasa manfaatnya. Pada tim usaha yang masih kecil, kemampuan tersebut sering menentukan apakah sebuah keputusan bisa diambil cepat atau justru berputar tanpa ujung.
Selain itu, kebiasaan menyelesaikan sesuatu sampai tuntas juga terlatih dari hal sederhana semacam ini. Lagu yang dimainkan sampai bagian akhir memberi pengalaman kecil tentang menyelesaikan pekerjaan bersama, meski hasilnya belum sempurna.
Pengalaman semacam itu berguna ketika tim harus merilis produk versi awal. Banyak usaha rintisan tertahan lama karena menunggu hasil yang dianggap sempurna, padahal umpan balik pengguna baru bisa didapat setelah produk benar-benar keluar.
Karena itu, kebiasaan menuntaskan sesuatu meski masih sederhana sering kali lebih berharga dibanding kemampuan merancang rencana yang rapi namun tidak pernah dijalankan.
Cyber University (CU) dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan yang dipertimbangkan bagi yang ingin mendalami dunia usaha berbasis teknologi. Kampus ini merupakan universitas financial technology pertama di Indonesia.
Konsep pembelajarannya memakai Company Learning Program (CLP), yaitu tiga tahun kuliah dan satu tahun magang. Skema tersebut memberi kesempatan merasakan langsung dinamika kerja tim di lingkungan perusahaan sebelum lulus.
Program studi yang tersedia meliputi Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, serta Kewirausahaan. Bagi anda yang menikmati kerja bersama dan ingin merintis usaha sendiri, jalur ini cukup masuk akal untuk dipertimbangkan.
BRI Institute kini secara resmi telah berubah jadi Universitas Siber Indonesia Pratama atau lebih dikenal 'Cyber University'. Kampus ini mempunyai mis...
Jakarta - Euforia kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini memang sudah berlalu sejak pengumuman sebulan yang lalu. Namun, ken...