Alumni Cyber University Dirikan Startup Gypsy Research, Fokus pada Inovasi AI untuk Riset Akademik

research
  • 20 Sep
  • 2025

Alumni Cyber University Dirikan Startup Gypsy Research, Fokus pada Inovasi AI untuk Riset Akademik

Jakarta - Alumni Cyber University sebagai The First Fintech University in Indonesia, kembali menorehkan prestasi di dunia bisnis. Carolus Agung Segara Wisesa, lulusan dari Program Studi Sistem Informasi tahun 2024, resmi mendirikan Gypsy Research, sebuah startup yang bergerak di bidang konsultasi riset dengan fokus utama pada pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) untuk mendukung dunia akademik.

"Gypsy Research menghadirkan layanan olah data, konsultasi riset, kelas online, serta AI yang berfungsi sebagai asisten riset bagi peneliti, dosen, maupun mahasiswa. Tujuannya agar produktivitas riset lebih optimal dan mendorong mahasiswa memahami riset secara mendalam," ujar Agung, sapaan akrabnya, saat diwawancarai usai mengisi acara SINERGI (Seminar Kreasi Energi) di Cyber University, jl. TB Simatupang, no.6, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/9).

Baca juga: MAGNA-SINERGI 2025, Orientasi Maba Cyber University Tanpa Senioritas

Ceritanya, startup ini lahir sejak Agung masih duduk di bangku kuliah, berkolaborasi bersama alumni dari berbagai proudi di Cyber University, antara lain Petra (Bisnis Digital), Putri (Sistem Informasi), Praja (Kewirausahaan), dan Bagas (Bisnis Digital). Mereka sepakat menghadirkan solusi alternatif dalam mendukung kebutuhan riset mahasiswa, bukan sekadar jasa instan, melainkan juga pendampingan dan pemanfaatan teknologi AI.

Saat ini, Gypsy Research telah memiliki lebih dari 30 aplikasi AI berbasis subscription dengan total pengguna mencapai 1.000 orang, di antaranya 500 pengguna berbayar. Fokus utama layanan tersebut ditujukan pada bidang riset akademik sehingga segmen pasar dapat digarap lebih mendalam dan memberikan nilai manfaat yang signifikan.

Baca juga: Alumni Cyber University Bangun Bisnis Digital dari Nol, Kini Layani Ratusan Perusahaan dan UMKM

Agung yang kini menjabat sebagai Chief Product Officer (CPO) mengaku banyak terbantu dengan bekal pembelajaran di kampus.

"Mata kuliah seperti manajemen pengembangan aplikasi, desain grafis, hingga interaksi manusia dan komputer sangat relevan dengan apa yang saya kerjakan sekarang. Ditambah lagi pengalaman magang membuat saya bisa bertukar pikiran dengan profesional dan memperkuat fondasi dalam mengembangkan bisnis," jelasnya.

Sebagai penutup, Agung berpesan kepada mahasiswa untuk tidak ragu mencoba berbagai pengalaman selama kuliah. "Mulailah dari hal kecil, ikut lomba, organisasi, atau magang. Jangan hanya jadi mahasiswa kupu-kupu (Kuliah pulang-kuliah pulang). Semua pengalaman itu akan jadi bekal berharga saat lulus, baik untuk bekerja maupun memulai usaha sendiri," pungkasnya.